Kenangan Noboru Nomura di Surabaya
Bawa Empat Perusahaan Jepang Ekspansi ke Jatim
Penduduk Jawa Timur yang hampir 38 juta dan penghasilan 3800/tahun merupakan pasar potensial. Wajar bila banyak perusahaan ingin tanamkan sahamnya.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Selain Surabaya, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Drs Noboru Nomura juga melihat banyak perkembangan positif terjadi di Jawa Timur, khususnya di bidang infrastruktur. “Saya sering golf ke Malang. Dulu perjalanan mesti ditempuh selama 3-4 jam. Sejak ada jalan tol, perjalanan bisa lebih cepat dan nyaman,” puji saat bertandang ke Kantor Harian Surya, Selasa (10/3/2015).
Soal ekonomi, pria asal Saitama Prefecture ini pun melihat perkembangan luar biasa di Jatim. “Saya sudah ketemu dengan banyak orang kaya di Jatim. Meski orangtuanya keturunan Tiongkok, menurut saya mereka ini sudah jadi orang pribumi, karena mereka tak lagi bisa bahasa nenek moyangnya,” cetus Nomura.
Yang membanggakan, imbuhnya, para pengusaha itu sama sekali tak punya niat ekspansi ke luar Jatim. Alasannya, provinsi berpenduduk hampir 38 juta ini merupakan pasar yang potensial. 
“Kenapa harus ekspansi ke luar (Jatim) kalau produk mereka bisa dijual di sini? Dengan penduduk 38 juta dan penghasilan 3800 dolar/tahun, Jatim tentu jadi pasar bagus,” beber penggemar sate dan gulai kambing ini.
Kondisi yang menggiurkan bagi dunia usaha ini pula yang membuat investasi di provinsi ini berkembang pesat. Dan selama Nomura bertugas sebagai Konsul Jepang di Surabaya, disebutkannya ada empat perusahaan baru Jepang ekspansi ke Jatim, termasuk dua perusahaan yang sebelumnya bermarkas di Jawa Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/noboru-nomura.jpg)