Kamis, 16 April 2026

Warga Surabaya Hilang di Turki

Risma Sebut Ada 2 Orang Lagi Terkait Surabaya Sebelum ke Turki

"Jadi ada delapan orang yang berkaitan dengan Surabaya. Enam orang masih domisili Surabaya," kata Risma.

Penulis: Zainuddin | Editor: Yuli
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
TAK BERPENGHUNI - Sejumlah warga berada di depan rumah keluarga Jusman Ary, Jl Kedung Sroko VII 28 A, Surabaya, Minggu (8/3/2015). Jusman bersama istri dan empat anaknya hilang di Kota Pamukkale, Turki pada 26 Februari 2015. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Enam Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang di Turki berasal dari Surabaya. Dua orang lainnya pernah domisili di Surabaya, dan sekarang sudah pindah ke kota lain.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, tidak mengungkap nama dua orang yang pernah domisili di Surabaya. Menurut dia, satu orang pernah berdomisili di Kecamatan Pabean Cantikan, seorang lagi di Kecamatan Semampir.

Ia menyebutkan, warga Semampir yang tercatat dalam daftar WNI hilang di Turki bukan orang dewasa. Diperkirakan usianya masih sekitar setahun. Tapi ayah bocah tersebut memang berasal dari Surabaya.

"Nama ayahnya tidak ada di data sampeyan (wartawan). Inisialnya UM," kata Risma kepada SURYA, Minggu (8/3/2015).

Keluarga ini sudah meninggalkan Surabaya sejak Desember 2014 lalu. Sedangkan WNI asal Pabean Cantikan sudah lama meninggalkan Surabaya. Tapi Risma tidak mengungkap sejak kapan WNI tersebut meninggalkan Surabaya.

"Jadi ada delapan orang yang berkaitan dengan Surabaya. Enam orang masih domisili Surabaya," tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved