Sabtu, 18 April 2026

Banyuwangi Bakal Bangun Marina Untuk Pariwisata Bahari

"Seperti yang ada di Benoa (Bali), sewa parkir per bulannya USD 400. Tetapi saat ini untuk parkir di Benoa sulit, membutuhkan tempat lain

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pembangunan marina menjadi salah satu cara pengembangan pariwisata bahari di Indonesia.

Saat ini, ada tujuh proses pembangunan marina baru di Indonesia.

Ketujuh marina itu berada di Saumlaki Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Kupang, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Ambon, Belitung Timur, Tanjung Pinang dan Tanjunglesung Banten.

Marina tersebut bisa menjadi tempat parkir untuk yacht.

Negara akan mendapatkan pendapatan dari penyewaan lokasi parkir tersebut.

Selain itu, pariwisata bahari Indonesia juga akan makin mudah dijangkau oleh warga negara asing yang berduit ketika Indonesia memiliki marina yang bisa menjadi lokasi bersandarnya kapal wisata tersebut.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo, mengatakan sewa parkir yacht di marina yang ada di Indonesia kini mencapai USD 400.

"Seperti yang ada di Benoa (Bali), sewa parkir per bulannya USD 400. Tetapi saat ini untuk parkir di Benoa sulit, membutuhkan tempat lain. Di Batam juga sudah penuh, hanya mampu menampung 60," ujar Indroyono saat berada di Kabupaten Banyuwangi, Jumat (6/3/2015).

Karenanya, Banyuwangi bisa membangun marina jika pariwisata baharinya ingin maju.

Hal ini diungkapkan Indroyono dalam pidatonya saat membuka Pelatihan Kompetensi Kelautan di Balai Diklat Perikanan Banyuwangi.

"Salah satu cara yang bisa dilakukan Banyuwangi, jika pariwisata baharinya ingin maju adalah membangun marina. Karena saat ini, Banyuwangi masih belum masuk dalam radar pariwisata bahari," ujarnya.

Ia menyebutkan kepadatan yacht dan kapal pesiar (cruise ship) di Benoa, Bali. Ketika lokasi parkir di pelabuhan tersebut padat, seyogyanya Banyuwangi bisa mengambil kesempatan tersebut.

Pemerintah pusat, lanjut Indroyono, sudah memudahkan izin masuk kapal pesiar baik yacht maupun cruise ship. Perizinan yang saat ini tujuh hari akan dipangkas menjadi satu hari secara online.

"Karena parkir per bulannya USD 400, bayangkan kalau ada 100 yacht parkir di Banyuwangi ini, bisa setengah miliar pemasukan dari itu saja per tahunnya," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Indoroyono sempat meninjau Pantai Boom, Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi berencana mengembangkan kawasan itu menjadi marina.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved