Selasa, 7 April 2026

Mona : Setelah Traveling Jadi Orang yang Bisa Hargai Kebaikan

Traveling bikin Mona Cellyda Rista merasa nyaman. Tak heran dalam sebulan pasti Mona menjadwalkan traveling ke gunung atau pantai.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi anak sulung dari tiga bersaudara ini tak ada yang membuatnya bahagia kecuali ketika traveling. Menurut Mona Cellyda Rista Hollandari (25), di saat seperti itu dirinya justru bisa belajar tentang banyak hal dari lingkungan maupun orang-orang yang baru dikenal.

“Setiap bulan pasti saya luangkan waktu untuk traveling. Bisa cuma city tour, atau menikmati suasana alam seperti di pantai atau gunung. Semua sama nikmatnya,” kata Executive Secretary Ibis Surabaya City Center ini, Sabtu (21/2).

Ditekankan Mona, setelah berani melakoni perjalanan sendiri dia pasti akan membawa sesuatu saat pulang. “Oleh-olehnya itu bisa sampai berton-ton lho. Tapi, jangan bayangkan itu makanan atau sejenisnya, karena oleh-oleh itu adalah pelajaran baru buat diri sendiri!” tandasnya sambil tertawa.

Diakui Mona. setelah traveling dia biasanya jadi orang yang bisa menghargai kebaikan. “Walau kecil dan nggak significant, itu tetap sesuatu yang berharga buat saya,” tutur lulusan English for PR Universitas 11 Maret Solo ini.

Ditambahkan Mona, saat menikmati ‘me time’, dia bisa melakukan refleksi diri dan mandiri. “Saat itu saya bisa belajar dari sudut pandang yang berbeda. Dan nikmatnya, bisa juga karena lagi ngerayaan sesuatu,” ujarnya.

Manfaat lain saat traveling, khususnya ketika berada di luar negeri bagi Mona adalah bisa belajar adaptasi dengan orang baru, dan tentu bisa kenal budaya baru, serta karakter penduduk setempat. “Yang pasti adalah dapat tantangan baru, dan tentu berpetualang. Nikmatnya tak bisa diungkap hanya dalam satu kalimat!” urai Mona yang sempat menikmati panorama indah Hongkong dan Macau.

Saat bepergian, lebih pilih yang nyaman atau backpacker? “Tergantung sih. Kalau alone kan nggak mungkin backpacker. Kalau ramai-ramai ayo lah……” ucap Mona yang lahir di Surakarta, 6 Februari 1990.

Nyaman mana traveling sendiri atau ramai-ramai? “Relatif juga. Tapi, kalau lagi sendiri travelingnya nggak ada kewajiban menjaga perasaan siapa pun,” cetusnya sambil kembali mengurai senyum.

Kalau pun akhirnya diputuskan pergi sendiri, Mona yang sedang merancang plesir ke Bunaken di akhir bulan Februari ini menyatakan,”Kadang perjalanan tanpa teman bikin sadar bahwa orang baik masih bertebaran.”

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved