12 Jam Anak Sandera Ayah
Misnawi Sempat Minta Uang Rp 10 Juta Untuk Bayar Utang
Saat itulah emosi Misnawi meledak. Ayah tiga anak itu sakit hati pada ayah dan saudaranya.
Penulis: Muchsin | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | PAMEKASAN - Sejumlah sumber di lokasi kejadian menyatakan, Kamis (5/2/2015) lalu Misnawi pulang dari Kalimantan sendirian. Istri, anak, dan mertua ditinggal di Kalimantan.
Ia mengaku pulang untuk meminta uang Rp 10 juta kepada ayah dan saudaranya, buat bayar utang di Kalimantan sebesar Rp 6 juta.
Yang Rp 4 juta untuk ongkos transportasi dan keperluan lain di jalan.
“Awalnya, Misnawi menghendaki dua ekor sapi milik ayahnya dijual. Uangnya diminta buat bayar utang. Tapi, ayah dan saudaranya melarang, karena selama ini Misnawi sudah menghabiskan banyak harta ayah dan saudaranya,” kata salah seorang warga.
Saat itulah emosi Misnawi meledak. Ayah tiga anak itu sakit hati pada saudaranya, sehingga Rabu (11/2/2015), ia menyandera keponakan yang masih berusia belasan tahun.
Walau celurit yang dipegang Misnawi tidak ditempelkan ke tubuh keponakan, namun remaja itu takut dan seharian terkurung di rumah.
Sedangkan saudara-saudara lainnya pergi menjauh, karena takut ancaman Misnari.
Malam hari, Kapolsek Proppo AKP Ali Akbar dan anggota yang mendengar informasi penyanderaan itu mendatangi Kades Jambringin, Muhendar.
Kapolsek meminta kades menjaga agar jangan sampai Misnawi menyandera orang lain. Karena risikonya besar dan Misnawi bisa ditindak.
Ternyata, esok harinya, Kamis (12/2/2015), sekitar pukul 05.00, Misnawi menyandera ayahnya dengan menempelkan pisau belati ke leher.
Tindakan itu dilakukan, karena Misnawi menuduh ayah dan saudaranya berniat untuk membunuh dirinya dengan santet, sehingga ia ingin membunuh ayahnya. (sin)
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA