Pesawat AirAsia Ditemukan
Yeni Dikenali Berkat Ikat Rambutnya
"Dikenali berdasar kaos yang belum dicuci, ada sel DNA yang identik," sambung Budiyono.
Penulis: M Taufik | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA.co.id | SURABAYA - Hari ke-21 kecelakaan pesawat Airasia, tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jatim kembali berhasil mengidentifikasi jenazah yang ditemukan. Kali ini ada lima jenazah berhasil dikenali identitasnya.
Lima korban itu antara lain, jenazah dengan label B027 yang berhasil dipastikan identitasnya berkat pemeriksaan DNA. Data DNA-nya cocok dengan pembanding berupa sampel DNA yang tersisa di ikat rambut di rumahnya.
Dan metode primer berhasil dicocokan pada pemeriksaan gigi. Diperkuat dengan pemeriksaan sekunder berupa bekas operasi Cezar saat melahirkan. Ini sesuai dengan keterangan keluarga dan tim medis.
"Diperkuat dari analisis CCTV. Dan, berkat data-data itu, tim rekonsiliasi Sabtu siang memastikan bahwa jenazah ini atas nama Yeni Soewono, perempuan 38 tahun, asal Surabaya," ungkap Ketua Tim DVI Polda Jatim, Kombes Pol Budiyono, Sabtu (17/1/2015).
Jenazah lain yang berhasil dikenali adalah label B035. Telah dipastikan jenazah ini atas nama Sesha Aldi Krisputra, remaja 15 tahun asal Pasuruan.
"Dikenali berdasar kaos yang belum dicuci, ada sel DNA yang identik," sambung Budiyono.
Serta diperkuat dengan data skunder dan properti pakaian yang saat boarding bisa dikenali oleh keluarga korban. Identitas jenazah inipun tak terbantahkan lagi.
Lainnya, Tim DVI berhasil mengenali jenazah berlabel B036. Dipastikan, jenazah ini atas nama Bob Hartanto Widjaya, pria 25 tahun asal Malang.
"Pembandingnya topi dari korban, yang ditemukan sel-selnya cocok dengan DNA korban. Diperkuat data sekunder dan properti berupa kaos dan celana yang dikenali oleh keluarga korban," imbuh Budiyono.
Selain itu jenazah lain yang dikenali adalah label B040 atas nama Albertus Eka Surya Yulianto, bocah 10 tahun asal Probolinggo. Bocah ini dikenali berdasar metode pemeriksaan primer berupa gigi, dan berhasil dicocokkan dengan data di rumah sakit tempat korban pernah dirawat.
Petunjuk tersebut diperkuat dengan analisa sidik jari, yang berhasil ditemukan ada 15 titik persamaan. Serta ditambah metode medis dan antrophologi, dan properti berupa kaos yang berhasil dikenali setelah dicocokkan dengan rekaman CCTV, tidak terbantahkan lagi identitas tersebut.
Terahir, jenazah yang berhasil dikenali adalah jenazah berlabel B046 atas nama Kho Kusuma Chandra, pria 55 tahun asal Tarakan.
"Jenazah ini dikenali dari hasil pemeriksaan DNA-nya yang cocok dengan sampel DNA dari orangtuanya. Dan didukung data medis serta properti berupa pakaian yang cocok dengan rekaman CCTV di bandara," tandas Kabid Dokkes Polda Jatim.
Sisa 6 Korban
Dengan dikenalinya lima jenazah lagi, berarti sudah ada 45 jenazah berhasil diidentifikasi tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jatim. Artinya, masih ada enam jenazah belum teridentifikasi.
Ya, Sabtu pagi ada tiga jenazah lagi tiba di RS Bhayangkara Polda Jatim. Ditambah 48 sebelumnya, total jenazah korban Airasia ada 51 yang ditemukan dan dikirim ke tim DVI Polda Jatim.