Kolam Renang Pasar Besar Kota Madiun Dijadikan Penangkal Kebakaran
Air di kolam renang yang berkapaitas ribuan liter setara 600 truk tangki Mobil Pemadam Kebarakaran (PMK)
Penulis: Sudarmawan | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, MADIUN-Kendati tidak terlalu ramai dikunjungi para perenang, kolam renang yang ada di Pasar Besar Kota Madiun bisa dimanfaatkan sebagai penangkal jika terjadi kebakaran pasar. Hal ini menunjukkan jika kolam renang yang ada di lantai 4 bangunan Pasar Besar Kota Madiun itu, bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana olah raga renang. Akan tetapi juga memiliki sisi manfaat lainnya.
Antisipasi kebakaran dengan pemanfaatan air di dalam kolam renang itu, merujuk pada terjadinya kebakaran Pasar Klewer, Solo, Minggu (28/12/2014) kemarin serta terbakarnya Pasar Besar Kota Madiun akhir Tahun 2008 menjelang Pilwakot Madiun dulu.
"Tujuan pembangunan kolam renang di pasar juga untuk mengamankan pasar. Contohnya saat Pasar Klewer terbakar habis. Kalau di Pasar Besar Kota Madiun, insyaallah nggak seperti itu. Begitu panas air langsung bisa disemprotkan untuk pemadaman," terang Walikota Madiun, Bambang Irianto kepada Surya, Jumat (2/1/2014).
Selain itu, Walikota Madiun mempersilakan jika selama ini kolam renang difungsikan sebagai sarana olahraga berenang maupun acara lainnya.
"Pokoknya kolam renang itu multiplier effect. Jika terjadi kebakaran di Pasar Besar Kota Madiun air di kolam renang yang berkapaitas ribuan liter setara 600 truk tangki Mobil Pemadam Kebarakaran (PMK) itu dipastikan mampu memadamkan api," imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Pasar Pemkot Madiun, Gaguk Haryono mewaspadai insiden terbakarnya pasar. Hal ini lantaran Pasar Besar Kota Madiun yang baru selesai dibangun Tahun 2010 kemarin itu, Tahun 2008 lalu juga ludes terbakar dan tak diketahui hingga kini penyebab kebakaran itu.
Oleh karenanya, kata Gaguk pihaknya sudah menginstruksikan kepada petugas Dinas Pasar di lokasi untuk mengecek fire sprinkle system (alat yang berfungsi menyemburkan air secara otomatis) akibat adanya panas dari api kebakaran maupun pengecekan pipa hydrant.
"Khusus kolam renang dipersiapkan untuk mengantisipasi kebakaran. Sekarang mulai marak kebakaran. Jadi kemarin sudah kami cek, mulai dari sprinkle, hydrant, dan kami evaluasi kondisi normalnya. Air kolam renang sudah disetting untuk masuk ke hydrant seandainya terjadi kebakaran," katanya.
Selain itu, mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) ini menegaskan Pasar Besar Kota Madiun merupakan satu-satunya pasar tradisional di Jawa Timur yang memiliki kolam renang. Air kolam renang sudah dikoneksikan ke masing-masing hydrant yang ditempatkan di sejumlah titik pasar itu.
"Jadi keberadaan kolam renang selain difungsikan untuk mengantisipasi kebakaran pasar juga sarana rekreasi pendukung pasar. Artinya dengan fasilitas tersebut banyak club-club renang wilayah Madiun dan sekitarnya yang menggunakan kolam renang untuk melatih renang anak didik baik dari Magetan, Caruban maupun club renang dari Pagotan," pungkasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA