Luluk Sudah Tiga Tahun Gendong Usus Besar
Supaya tidak tersenggol dan tidak kena kotoran setiap tiga jam sekali harus diganti plastik pembungkusnya.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, KEDIRI-Sudah tiga tahun sepuluh bulan Luluk Eka Yuana Saputra mengendong usus besarnya yang menjuntai keluar perut. Usus besar itu dibungkus plastik dan tas kresek agar tidak terkena kotoran.
Tidak banyak yang tahu kalau Luluk sudah 3 tahun, 10 bulan menggendong usus besarnya. Usus besar untuk saluran buang air besar itu dibuat melalui perutnya setelah Luluk menjalani operasi kolostomi.
"Saya dioperasi kolostomi karena susah buang air besar. Dulu kata dokter ini hanya sementara, karena setelah tiga bulan akan dikembalikan lagi," ungkap Luluk Eka Yuana Saputra kepada Surya Online, Kamis (25/12/2014).
Luluk merupakan warga Ledok Wetan, Kabupaten Bojonegoro, Jatim. Sedangkan operasi kolostomi itu dilakukan pada Februari 2011 silam di RSUD Dr Sosodoro, Bojonegoro.
Hanya saja hingga saat ini telah berselang tiga tahun lebih, usus besarnya masih belum dikembalikan lagi ke dalam perutnya. Selama ini Luluk selalu menggendong usus besarnya yang menjuntai sepanjang 25 cm.
Supaya tidak tersenggol dan tidak kena kotoran setiap tiga jam sekali harus diganti plastik pembungkusnya. Plastik itu kemudian dibungkus lagi dengan tas kresek yang direkatkan di perutnya.
Tentu saja kondisi itu sangat mengganggu aktivitas Luluk sehari-hari. Karena setiap saat dia disibukkan dengan aktivitas pembersihan usus besarnya.
"Ya serba repot mas. Tidak bebas beraktifitas," ungkapnya.
Namun untuk menyambung hidup bujangan yang lahir 19 Agustus 1988 itu, Luluk kemudian mengamen. Dia membawa gitar keluar masuk kampung untuk mengamen dengan penghasilan yang tidak menentu.
"Saya tidak punya keahlian selain mengamen, dari ngamen itu saya dapat uang untuk makan," tambahnya.
Tentu saja Luluk mendambakan ususnya akan dikembalikan lagi ke dalam perutnya serta buang air besar secara normal. Namun masalahnya, RSUD Dr Sosodoro tidak mempunyai tenaga medis dan peralatan yang komplet.
Dari penjelasan dokter, operasi pengembalian usus besar itu hanya dapat dilakukan di RS Dr Soetomo, Surabaya. Hanya saja kendalanya sampai sekarang operasi itu masih belum dapat terealisasi.
"Saya sudah dua kali periksa ke RS Dr Soetomo, namun sampai sekarang belum ada kabar kelanjutannya," ungkapnya.
Luluk hanya dapat berharap penderitaannya selama ini segera ditangani tim medis rumah sakit.
"Mudah-mudahan kami dibantu bapak-bapak pejabat untuk memperlancar rencana operasi pengembalian usus saya," ujarnya.