Butuh Seminggu Ciptakan Gaun Bungkus Semen
“Perkembangannya sekarang kan pesat, ruko baru banyak dibangun. Nah ini yang mau kami sampaikan,”
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, MALANG – Keluarga Pelajar Pacitan di Malang (Kappama), berusaha tampil unik saat perhelatan Kampung Budaya 2014 di Gazebo Universitas Brawijaya (UB), Kamis (18/12/2014) sore.
Delegasi mereka membuat jas, celana dan gaun perempuan dengan bahan dasar bungkus-bungkus semen.
Menurut Andika Barah, pakaian tersebut mereka buat dalam waktu sepuluh hari dengan bahan baku 32 sak semen.
Pakaian yang dijadikan maskot Kappama, selanjutnya dikenakan Andika, sedankan gaunnya dikenakan Rendy Ivoni, mahasiswi dari jurusan Teknik Lingkungan.
Menurut Andika, pakaian tersebut selain unik, juga melambangkan kondisi Pacitan yang sedang giat membangun.
“Perkembangannya sekarang kan pesat, ruko baru banyak dibangun. Nah ini yang mau kami sampaikan,” kata mahasiswa jurusan Public Relations ini.
Beda lagi dengan forum daerah Papua, yang memilih mengenakan pakaian khas mereka dengan warna dasar hitam.
“Kami memilih ini karena pakaian ini pakaian umum Papua, tidak melambangkan suku-suku,” kata Anton, koordinator dari Forda Papua.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA