Maksimalkan Produksi, Beri Pelatihan 4.500 Petani Kakao
Saat ini, Cargill menyiapkan pelatihan untuk 4.500 petani kakao di Farmer Field Schools
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, SURABAYA - Keberadaan industri pengolahan kakao di Gresik akan memerlukan suplai bahan baku kakao yang banyak dan berkualitas.
Perusahaan multinasional Cargill, sebagai pengelola pabrik pengolahan, tidak serta merta hanya menunggu pasokan.
"Kami juga melakukan pembinaan kepada petani agar mampu menghasilkan bahan baku kakao yang berkualitas," kata Jos de Loor, President Cargill Cocoa and Chocolate Bussiness di Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Asia, sebelum peresmian pabrik pengolahan kakao Cargill di Gresik, Rabu (10/12/2014).
Saat ini, Cargill menyiapkan pelatihan untuk 4.500 petani kakao di Farmer Field Schools yang baru dibuka di Kabupaten Bone dan Soppeng, Sulawesi Selatan.
"Dari jumlah itu, kami menargetkan ada 2.000 petani yang ikut untuk mendapatkan sertifikat berkelanjutan independen,” imbuhnya.
Menurut de Loor, hal ini untuk mendukung Sustainable Cocoa Production Program (SCPP), program kemitraan dari Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), Sustainable Trade Initiative (IDH) Kedutaan Besar Kerajaan Belanda (EKN), Swisscontact dan perusahaan swasta untuk memberikan pelatihan dan bantuan teknis bagi petani kakao di Kabupaten Bone dan Soppeng, Sulawesi Selatan.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA