Dies Natalis Unesa Ke 50
Ekspidisi Taklukkan Sungai Selandia Baru
Selama empat bulan, delapan mahasiswa ini digenjot fisik dan mental. Mulai dari latihan fitnes setiap Senin dan Jumat.
Penulis: Musahadah | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA Online, SURABAYA - Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himapala) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyiapkan kado istimewa untuk peringatan Dies Natalis ke-50 dengan menggelar ekspedisi rafting ke Selandia Baru, 27 November 2014 hingga 7 Desember 2014.
Tiga sungai (Kaituna, Rangiyaiki dan Ngaruroro) yang memiliki grade 5 di Selandia Baru, siap ditaklukkan anggota Himpala, Dimas Prasetyo, Choirul Huda, Nafisa Ratnasari, Anggar, Dwi Zulaekah, Ulumuddin Fanani, Fitria Indriani dan Rizal Fanani.
"Sebelumnya ada 30 nama yang mendaftar, setelah diseleksi yang cukup ketat akhirnya terpilih delapan orang ini," kata Dimas Prasetyo, Ketua Panitia Ekspedisi, Jumat (21/11/2014).
Selama empat bulan, delapan mahasiswa ini digenjot fisik dan mental. Mulai dari latihan fitnes setiap Senin dan Jumat. Kemudian latihan di rolak setiap Selasa, Rabu dan Kamis. Serta akhir pekan latihan di sejumlah sungai seperti Pekalen, Kasembon serta uji coba di Sungai Citandui dan Ciwulan.
"Ada pengalaman menarik saat latihan di Kasembon. Saat itu kami melewati patahan setinggi 2 meter. Karena jarak antara saya dan teman yang di depan cukup dekat sehingga saya benturan hingga mimisan dan bibir robek," cerita mahasiswa semester 7 jurusan Manajemen itu.
Diakui Dimas, insiden itu tidak sedikitpun menyurutkan semangatnya untuk bisa menaklukkan sungai di Selandia Baru. Pengalaman itu justru akan dipakai untuk bekal di sana. Apalagi salah satu sungai yang akan ditelusuri yakni Sungai Kaituna memiliki patahan setinggi tujuh meter atau tak ubahnya air terjun.
Ini tentu menjadi tantangan khusus mereka dan Dimas pun sudah mempunyai strategi untuk bisa menaklukkannya. "Yang penting jarak antara kami diatur sehingga tidak terjadi benturan. Untuk teknisnya kami sudah banyak pelajaran seperti dari senior Adi Ruswin, Owner Noars Rafting, Probolinggo," sebutnya.
Tak hanya Sungai Kaituna yang menjadi tantangannya. Sungai Ngaruroro yang memiliki panjang 30 Km juga siap disusuri dalam waktu dua hari. Diakui Dimas, ketiga sungai ini tak seperti sungai-sungai di Indonesia. Ada beberapa bagian merupakan sungai glester yang berasal dari salju yang mencair yang memiliki suhu yang sangat rendah.
Untuk bisa mengarunginya, dibutuhkan kondisi fisik yang benar-benar kuat. Karena itu mereka digenjot latihan VO2 Max untuk meningkatkan kemampuan paru-paru menyimpan udara.
"Ini menjadi tantangan kami dan sebuah kebanggan kami bisa ke sana. Apalagi sungai ini pernah digunakan untuk tempat kejuaraan arung jeram dunia Tahun 2013," sebut Dimas yang bersama timnya berhasil menjuarai kejuaraan arung jeram Menpora Cup Tahun 2014.
Di ekspedisi tiga sungai yang akan dilakukan selama empat hari ini, tim Mapala Unesa tidak akan didampingi operator di dalam perahu tetapi bekerjasama dengan klub dayung Auckland University Kano Club. "Mereka akan membantu logistik seperti perahu dan bersedia menjadi tim rescue nya," kata alumnus SMAN 20 Surabaya itu.
Dimas dan teman-temannya telah mempersiapkan selebrasi khusus di akhir ekspedisinya. "Di malam terakhir kami akan menyuguhkan masakan khas Indonesia untuk teman-teman pecinta alam di sana," katanya.
Sebagai oleh-oleh untuk kampusnya yang akan merayakan ulang tahun emas, Dimas dan timnya juga akan menyusun sebuah buku ekspedisi. Prof Luthfiah Nurlaela, pembina Mapala Unesa mengatakan, ide membuat buku ini muncul ditengah budaya literasi yang kini marak.
"Kami ingin pengalaman berharga ini tidak hanya dirasakan mereka. Tetapi juga dibagikan ke teman-temannya dan generasi mendatang agar mengetahui sepak terjang dan kendala-kendala yang dialami. Jangan sampai pengalaman itu menguap begitu saja," kata Luthfiah yang juga Direktur Pendidikan Profesi Guru (PPG) Unesa.
Untuk keperluan penyusunan buku ini, Luthfiah yang beberapa kali menelorkan buku ini, memberikan pelatihan jurnalistik bagi mereka. Selain itu, dia juga mengajak jurnalis yang juga senior Himapala untuk memberikan pelatihan.