Liputan Khusus Serbuan Model Asing
Jakarta Jadi Batu Loncatan, Tujuan Akhir Hongkong dan Paris
Para model asing yang masuk Indonesia juga sadar betul dengan kekurangan terkaiat karakter dan keanggunan.
SURYA Online, SURABAYA - Meski kondisi saat ini masih aman, Grace Tanojo mengingatkan model di Tanah Air, termasuk Surabaya tidak enak-enakan dan terlena karena kelewat percaya diri.
Grace melihat persaingan yang sesungguhnya baru akan datang tahun 2015.
Di tahun yang tinggal dua bulan lagi akan dijalani ini, era ASEAN Free Trade Area (AFTA) akan berlaku. Saat itu model-model dari negara-negara ASEAN bebas masuk ke Indonesia.
"Semuanya harus bersiap-siap menghadapi. Bukan dengan meniru model asing, melainkan harus memperkuat karakter. Ini yang yang tidak dimiliki model asing," tegas Grace.
Peringatan dari Grace ini diamini Agoeng Soedir Poetra, pengamat model asal Malang. Agoeng yang biasa menggarap event-event fashion show di Surabaya ini melihat persaingan ke depan akan semakin ketat.
Para model asing yang masuk Indonesia juga sadar betul dengan kekurangan terkaiat karakter dan keanggunan.
Mereka semakin rajin berlatih untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar di Indonesia.
“Saya beberapa kali diminta mengajar bule-bule asing ini untuk berjalan lembut. Cara berjalan yang khas Indonesia. Meski sulit buat mereka, tetapi mereka rajin dan disiplin belajar," tegas Agoeng, yang juga pendiri Colors Model Inc tersebut.
Agoeng juga mengingatkan, selama ini para model asing di Tanah Air belum bergerak all out.
Penyebabnya, mereka memang tidak menjadikan Indonesia sebagai tujuan karir profesionalnya.
"Situasinya akan lain, kalau mereka menjadikan Indonesia sebagai tujuan. Mereka akan all out menyesuaikan dengan karakter dan budaya Indonesia," terangnya.
Menurut Agoeng, model yang umumnya dari Eropa Timur itu hanya mampir sementara.
"Mereka menjadikan Indonesia, khususnya Jakarta sebatas batu lompatan. Tujuan utama mereka adalah pusat-pusat fashion yang lebih wah, seperti Hongkong dan Paris," tegasnya.
Dari pengamatan Agoeng, para model asing di Jakarta itu rajin mengikuti event di Singapura.
Panggung di kota bentukan Inggris ini mereka gunakan untuk melapangkan jalan menuju Hongkong.
"Kalau bisa ke Hongkong dan terus moncer, perjalan mereka berikutnya adalah Paris, yang merupakan kiblat model dunia” urainya.