Jumat, 29 Mei 2026

Ikada Sejarahmu Dulu

ikatan atletik Djakarta menjadi nama lapangan Ikada di tahun 1945 yang kini menjadi Monas.... #25TahunSURYA

Tayang:
Editor: Tri Hatma Ningsih
zoom-inlihat foto Ikada Sejarahmu Dulu
Ujang Sarwono

Oleh : Ujang Sarwono
Mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Malang

BERKUNJUNG ke lapangan Ikada, tempat bersejarah yang dilupakan, sungguh luar biasa. Bersama dengan rombongan kami mengunjungi lapangan yang pernah dijadikan pidato oleh Ir Soekarno, presiden perama Indonesia. Di hadapan ribuan rakyatnya Bung Karno berpidato berapi-api.

Kondisinya kini seolah dilupakan begitu saja oleh para pengunjung yang datang di kawasan Monas. “Lapangan Ikada di mana ya?” tanya salah seorang teman. Bukankah saat ini kami sudah berada di lapangan Ikada, pikirku. Segera saya jelajahi jejak-jejak sejarah yang tersisa di lapangan Ikada. Perhatian pertama saya tertuju pada monumen berwarna perak dengan empat orang tampak memegang bendera yang diikatkan pada sebatang bambu runcing. Tampak sebuah rasa 'bebas' dari patung-patung tersebut.

Tidak jauh dari monumen terdapat sebuah batu marmer yang sengaja dipajang sebagai prasasti. Di atas batu marmer tersebut bertuliskan 'Monumen Ikada 19 September 1945. Monumen untuk mengenang perjuangan para pemuda dan rakyat Jakarta dan rakyat sekitarnya.

Ide rapat raksasa Ikada 19 September 1945 berjalan sekalipun tentara Jepang mengepung lengkap. Tak ada rasa takut atau gentar, Merdeka atau Mati! Bung Karno hadir meski hanya 5 menit bicara. Ikada menjadi lautan manusia yang siap menjadi martir guna membela proklamasi 17 Agustus 1945. Melalui pesan yang tertulis di prasasti tersebut seoah mengingatkan kepada setiap pengunjung untuk mengingat sejarah bangsa ini.

Puas mengunjungi lapangan bersejarah bernama Ikada yang pernah bernama lapangan Gambir. Ikada sendiri sebenarnya kepanjangan dari ikatan atletik Djakarta. Lapangan Ikada pernah digunakan sebagai pusat latihan PSSI sebelum dibangun Gelora Bung Karno dan lapangan yang lain.

Tanggal 20 Oktober 2014 lalu, saat presiden terpilih selesai diantik juga menggelar pidato politiknya di kawasan Monas. Lapangan yang memiliki nilai sejarah ini dipilih oleh presiden terpilih untuk menemui ribuan rakyatnya. Semoga sakralnya lapangan Ikada menjadi pertanda baik untuk kemajuan Indonesia.

Selain itu, selayaknya kita mengetahui bagaimana nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam setiap tempat yang sarat sejarah. Puas menikmati kesakralan lapangan Ikada kami melanjutkan perjalanan menuju Monumen Nasional di tengah teriknya mentari di Kota Jakarta.

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved