Drama Penangkapan Pelaku Narkoba
Polda Bantah Polisi Probolinggo Salah Tangkap dan Salah Tembak
Perlawanan tersangka AS yang bersenjata tajam dibantu seseorang yang juga bersajam dan kemudian diketahui sebagai orang tua tersangka.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Polda Jatim membantah adanya salah tembak dan salah tangkap aparat kepolisian di wilayah Probolinggo. Bahkan, informasi polisi salah tangkap orang disinyalir kabar bohong yang sengaja disebarkan.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono menjelaskan, berdasar laporan menjelaskan sekitar pukul 04.30 WIB, Senin (10/11/2014), telah terjadi perlawanan terhadap tim opsnal Satresnarkoba Polres Probolinggo Kota saat dilakukan pengembangan kasus narkotika jenis sabu diwilayah hukum polsek Krejengan Polres Probolinggo.
"Di mana satu anggota Briptu Sandi Muhardani terluka bacok di kepala dan pinggang akibat senjata tajam dalam kejadian tersebut," kata Awi Setiyono, Senin (10/11) malam.
Lebih lanjut Awi Setiyono menjelaskan, kejadian tersebut berawal pada Senin sekitar pukul 01.00 WIB, anggota Resnarkoba menangkap pelaku narkotika jenis sabu berinisial EBL (38) warga asal Lumajang di Jalan Dr Soetomo Probolinggo. Dari tangan pelaku diamankan 2 gram sabu dan mobil Honda Jazz nopol B 1918 RM.
Selanjutnya Resnarkoba mengembangkan kasus tersebut dan diketahui sabu berasal dari tersangka AS (40) warga Krejengan Probolinggo yang dibeli seharga Rp 3,8 juta.
Saat itu juga, anggota Reskoba dipimpin langsung KBO Resnarkoba Polres Probolinggo Kota, Ipda Gatot beserta Brigpol Risky, Briptu Sandy, dan Briptu Yanuar melakukan penangkapan AS di rumahnya.
"Saat dilakukan penangkapan itulah, tersangka AS melakukan perlawanan," ucap Awi Setiyono.
Tersangka, papar Awi, melawan petugas dengan berusaha merebut senjata api Ipda Gatot yang sempat terjatuh dan Briptu Sandy berusaha mengamankan senpi agar tidak dikuasai tersangka.
Perlawanan tersangka AS yang bersenjata tajam dibantu seseorang yang juga bersajam dan kemudian diketahui sebagai orang tua tersangka. Ditengah melakukan perlawanan, tersangka melempar bungkusan rokok yang berisi paketan sabu hingga tercecer di lantai.
Tersangka dan ortunya terus melakukan perlawanan sambil berteriak rampok-rampok yang diikuti ibu tersangka dengan teriakan sama. Dari kejadian itulah, Bripda Sandy terluka kena sajam tersangka dan ortunya.
Bripda Sandy yang terluka akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan dan satu tembakan ke arah orang tua tersangka yang beringas. Tembakan itu mengenai lengan tangan kiri dan menyerempet sedikit kulit pinggang.
Dan karena situasi yang tidak memungkinkan karena warga yang berdatangan ke lokasi, maka tim opsnal Resnarkoba memutuskan untuk meninggalkan lokasi dan mengevakuasi tersangka berinisial H (yang sejak awal di keler menunjukkan rumah tersangka AS) ke kantor polisi terdekat.
"Saat ini orang tua tersangka AS masih dirawat di Rumah Sakit. Besok rencananya dilakukan operasi mengeluarkan anak peluru yang bersarang di lengan kirinya. Jadi kronologis sebenarnya kejadian di Probolinggo, bukanya polisi salah tangkap dan salah tembak," tutur Awi Setiyono.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA