Penjarahan Minimarket di Malang
Tersangka Perampok Indomaret Hanya Todongkan Senjata
Batu sebesar dua kepal tangan ini menghancurkan kaca depan Indomaret. Tapi petugas tetap mendekat.
Penulis: Zainuddin | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, MALANG - Tidak ada baku tembak antara polisi dengan perampok dalam perampokan di Indomaret Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kamis (30/10/2014) lalu.
Hanya petugas yang tiga kali mengeluarkan tembakan peringatan.
Fakta ini berdasar hasil rekonstruksi di Indomaret Ngijo, Selasa (4/11/2014).
Dua pegawai Indomaret, Zakaria Suhul, dan Andi Setiawan, dihadirkan dalam rekonstruksi ini.
Sedangkan peran dua tersangka, Agus Habibi alias Bibi (26), dan Nurwahyudi alias Doble (30) digantikan oleh petugas.
Dua tersangka ini tewas setelah tertembus timah panas milik polisi di Desa Langlang, Kecamatan Singosari.
Rekonstruksi ini diawali dengan kedatangan kedua pelaku yang mengendarai motor Satria.
Bibi menyetir motor, sedangkan Doble dibonceng. Doble langsung masuk ke Indomaret. Sedangkan Bibi berdiri disamping motor.
Saat itu Andi sedang berdiri didekat meja kasir. Doble menodongkan pistol kearah Andi dari jarak sekitar dua meter.
Sebelum mendapat barang jarahan, Bibi mendekat ke pintu masuk Indomaret sambil menghunuskan badiknya.
Saat itulah Bibi melihat ada petugas yang bersiaga didekat rombong di luar Indomaret.
Bibi memberikan isyarat kepada Doble agar segera meninggalkan lokasi.
“Tersangka berjalan mundur sambil menodongkan pistolnya,” kata Zakaria disela rekonstruksi.
Agar petugas itu tidak mendekat, Bibi mengambil batu dan melempar kearah minimarket.
Batu sebesar dua kepal tangan ini menghancurkan kaca depan Indomaret. Tapi petugas tetap mendekat.
Saat itulah kedua pelaku melarikan diri ke arah timur. Petugas sempat mengeluarkan tiga tembakan peringatan, tapi kedua tersangka tetap melarikan diri.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA