Rabu, 22 April 2026

Liputan Khusus Industri Aplikasi

Industri Aplikasi Bangkit, Muncul Beragam Komunitas Yang Mewadahinya

Di Surabaya terdapat Surabaya Web Community (Suwec), di Bandung terdapat Bandung Digital Valley, dan di Yogyakarta terdapat Jogja Digital Valley.

SURYA Online, SURABAYA - Industri Aplikasi seperti yang dilakukan Caatfish ini sedang menggeliat di Tanah Air. Tidak melulu aplikasi obrolan, tapi juga berbagai aplikasi.

Kebangkitan industri aplikasi ini bisa dilihat dari terus munculnya muncul komunitas-komunitas yang mewadahi mereka.

Di Malang misalnya, ada Komunitas Startup Singo Edan (Komunitas Stasion) yang mewadahi tak hanya para pengembang aplikasi, namun juga pengusaha-pengusaha yang siap go digital.

Demikian pula di Surabaya terdapat Surabaya Web Community (Suwec), di Bandung terdapat Bandung Digital Valley, dan di Yogyakarta terdapat Jogja Digital Valley.

“Komunitas-komunitas ini menawarkan fasilitas, ajang untuk sharing dan diskusi kelompok, baik untuk para pelaku e-commerce (perdagangan online) maupun para pengembang aplikasi. Dari komunitas inilah juga muncul inovasi-inovasi digital yang dibutuhkan banyak orang dan menguntungkan pembuatnya,” sebut Amar yang juga salah satu pendiri sekaligus ketua Komunitas Stasion Malang.

Dari Stasion saja, dia menyebutkan ada tak kurang dari 20 aplikasi, baik aplikasi mobile maupun aplikasi komputer yang populer dan menjadi besar secara nasional.

Belum lagi aplikasi-aplikasi lain yang smasih sedang menunggu waktunya untuk menjadi lebih kondang.

Keberadaan para developer (pengembangan aplikasi itu) itu menjadi bidikan industri-industri penyedia handset.

Mereka  berani menggelontorkan dana besar-besaran agar para developer lokal termotivasi membuat aplikasi-aplikasi yang sesuai dengan platform handset yang diluncurkan.

“BlackBerry misalnya, berani bayar sampai 100 dolar untuk satu aplikasi yang dianggap layak masuk dalam BlackBerry World,” kata Idham Arifin (31), salah satu pengembang aplikasi yang juga satu dari tiga BlackBerry Elite di Indonesia.

BlackBerry Elite adalah orang-orang yang dipilih BlackBerry untuk memberikan edukasi ke masyarakat dan mendorong agar para developer berlomba-lomba membuat aplikasi yang bisa dijual maupun ditawarkan secara gratis di BlackBerry World.

Di Indonesia, hanya ada tiga orang yang ditunjuk menjadi BlackBerry Elite.

Selain Idham yang mewakili Malang, dua developer lain yang ditunjuk menjadi BlackBerry Elite adalah developer dari Bandung dan Bogor.

Peluang tak hanya diberikan oleh BlackBerry. Sistem operasi lain seperti Android, iOS (Apple) dan Windows Phone, juga memberikan kesempatan yang sama bagi para pengembang aplikasi untuk menghimpun pundi-pundi kekayaan dengan cara membuat aplikasi yang layak dijual di market mereka masing-masing.

Menurut Idham, bagi para pengembang aplikasi, khususnya aplikasi berbasis mobile, uang dapat dikumpulkan dengan beberapa cara.

Selain sebagai “reward” dari pabrikan headset, uang juga bisa diperoleh melalui iklan maupun in app purchase.

Untuk aplikasi-aplikasi buatan pengembang yang telah masuk ke dalam market (seperti BlackBerry World, App Store, dan Google Play) dan selanjutnya bisa diunduh gratis oleh siapapun pengguna, umumnya penghasilan yang diterima pengembang adalah pendapatan dari iklan.

Iklan tersebut muncul setiap kali pengguna yang telah mendownload aplikasi, membuka dan mengaktifkan aplikasi. (idl/ben/day)

Sumber: Surya Cetak
Tags
Catfiz
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved