Minggu, 26 April 2026

Warga Blokir Jalan Satu Arah

Kapolres dan Dandim Bujuk Warga Penanggungan Untuk Membubarkan Diri

Kapolres dan Dandim akan memfasilitasi warga untuk bertemu dengan Wali Kota Malang, M Anton.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata

SURYA Online, MALANG - Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto dan Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol Inf Gunawan Wijaya, menemui warga Kelurahan Penanggungan, yang sedang melakukan aksi pemblokiran Jembatan Soekarno-Hatta (Soehat) untuk menolak jalur satu arah di lingkar Universitas Brawijaya (UB), Senin (27/10/2014).

Kapolres dan Dandim berusaha membujuk warga Penanggungan agar mau membubarkan diri dan membuka akses jalan di Jembatan Soehat.

Kapolres dan Dandim akan memfasilitasi warga untuk bertemu dengan Wali Kota Malang, M Anton.

"Kalau warga mau, sekarang harus bubar dan kami antar untuk bertemu dengan wali kota. Tapi, kalau tidak mau, kami akan memberi kesempatan ke warga untuk melanjutkan aksi sampai pukul 17.00 WIB," kata Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto, yang baru pulang menunaikan ibadah haji itu.

Dikatakannya, untuk sementara ini, polisi hanya melakukan pengamanan aksi demo dengan menerjunkan 400 personel.

Polisi tidak mempunyai wewenang mengambil keputusan kebijakan jalur satu arah di lingkar UB.

"Yang mempunyai wewenang Pemkot Malang. Karena kebijakan ini sudah ada Perwalinya," ujarnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved