16 Grup Dance Ramaikan SMACO Festival II
Lewat festival ini, para siswa bisa berlatih mandiri, serta dituntut sempurna.
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA Online, MALANG – 16 Grup dari berbagai sekolah setingkat SMP meramaikan lomba dance SMA Katolik Cor Jesu, Kamis (23/10/2014). Mereka tidak hanya berasal dari sekolah-sekolah se-Malang Raya, tetapi juga dari luar kota.
Di sini mereka menggelar panggung terbuka, lalu di sisi kanan kirinya ada 12 stand yang berisi aneka panganan, dan pernak-pernik yang dibuat para siswa. Selain itu, adapula sebuah rombong nasi goreng yang sengaja siswa pajang untuk meramaikan kegiatan ini.
Ketua Osis SMA Cor Jesu, Albert Christian memaparkan, kegiatan SMACO Festival tahun ini berbeda dibanding dua tahun sebelumnya. Selain ragam lomba yang bertambah, festival tahun ini juga lebih besar skalanya.
“Apabila tahun lalu hanya sekolah-sekolah se-Malang Raya saja, tahun ini kami se-Jawa Timur,” papar Albert disela pembukaan SMACO Festival II kepada Surya, Kamis (23/10/2014) sore.
Albert yang juga Ketua Pelaksana kegiatan ini menambahkan, festival ini juga menghelat lomba band dan lomba futsal. Walau demikian, tiga lomba ini tak dilaksanakan berbarengan. Untuk lomba band dilaksanakan Jumat (24/10/2014) sore. Sementara, untuk lomba Futsal dilaksanakan awal November, yang diikuti lebih dari 15 peserta.
Selain lomba dan bazar, pengunjung SMACO Festival juga bisa menikmati seramnya Rumah Hantu buatan siswa SMA Cor Jesu. Rumah Hantu tersebut berlokasi di Aula SMA Cor Jesu dan ukurannya 11 meter x 6 meter. Sayang, Rumah Hantu tersebut belum dibuka.
Saat Surya tiba di lokasi, di sini hanya tampak siswa-siswi yang berdandan ala noni-noni Belanda dan pocong, serta kesibukan siswa menata berbagai perlengkapan Rumah Hantu. Menurut Albert, Rumah Hantu ini baru dibuka pukul 19.00 dan akan berlangsung selama dua hari, mulai Kamis (23/10/2014).
Ia memaparkan alasan membuka Rumah Hantu karena SMA Cor Jesu merupakan sekolah tua. Mereka ingin memamerkan sejarah sekolah yang sudah berusia lebih dari satu abad ini dengan cara yang berbeda.
Waka Kesiswaan SMA Cor Jesu, Martinus Indra menambahkan, SMACO Festival tidak hanya untuk mengenalkan sekolahnya, tetapi juga untuk menampung kreatifitas siswa.
“Lewat festival ini, para siswa bisa berlatih mandiri, serta dituntut sempurna. Mereka harus membuat kegiatan ini seperti kemauannya, sesempurna mungkin. Harus berani dikritik juga,” katanya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA