Breaking News
Tanah Jawa Mengandung Uranium
Jangan mau kalah dengan nenek moyang kita yang belum mengenal teknologi seperti sekarang ini
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA Online, MALANG – Pesisir selatan Pulau Jawa kaya akan sumber daya mineral. Kekayaan itu meliputi kandung emas, tembaga, kuningan dalam pasir laut, berbagai jenis bebatuan, serta gas bumi. Sayang, seluruh sumber daya ini belum dikelola maksimal.
Demikian kesimpulan dari ekspedisi Pusat Penelitian Peradaban Universitas Brawijaya (UB) yang disampaikan dalam seminar ‘Menguak Kekayaan akan Sumber Daya Mineral’ di Ruang Auditorium Lantai 6, Fakultas Hukum, UB, Senin (20/10/2014).
Sekretaris Pusat Penelitian Peradaban UB, Jazim Hamidi mengungkapkan, ekspedisi ini mereka lakukan selama 3,5 bulan. Jalur ekspedisinya terbentang di pesisir selatan Pulau Jawa, mulai dari Banyuwangi hingga Banten.
“Hasil penelitian kami menyimpulkan kalau kekayaan sumber daya mineral di pesisir selatan sangat banyak,” kata Jazim yang juga pengajar di Fakultas Hukum UB.
Kesimpulan itu, kata Jazim, diperkuat dengan berbagai temuan tim peneliti selama mengitari pesisir selatan. Temuan itu berupa bebatuan, dan pasir yang setelah diteliti memiliki kandungan logam, seperti tembaga, emas, hingga uranium.
Yang juga menarik, penelitian ini diakui Jazim tidak dilakukan dengan cara menggali. Tim yang beranggotakan delapan orang tersebut hanya menjelajahi wilayah bekas tambang, dan wilayah tambang pasir di pesisir Selatan Jawa.
“Kami hanya mengambil sample dari pasir tambang mereka. Tetapi, yang harus dicermati mereka ini juga menggali tanah sampai kedalam 135 meter,” kata Jazim.
Menurutnya, jumlah logam temuan peneliti semakin beragam jika sampel itu diambil di bagian terdalam. “Kami juga menemukan Uranium di sana,” tegasnya.
Uranium merupakan bahan utama pembuat nuklir. Di pasaran, satu gram uranium ini harganya mencapai Rp 400 milyar. Temuan tersebut juga dikuatkan dengan pernyataan Sutoyo, Bsc, pengusaha, peneliti dan pengajar mineralogy. Menurutnya, potensi logam di tanah jawa sangat besar.
“Saya pernah mengambil sampel tanah uruk di lokasi pembangunan Abuduracchman Saleh. Dari sampel itu saya akhirnya bisa mendapatkan kandungan logam tembaga hingga 100 gram,” katanya.
Ia memaparkan sampel tanah yang ia ambil hanya seukuran plastic 1 kilogram. Sampel tanah ini ia tiriskan, lalu dipanaskan sampai akhirnya menghasilkan tembaga seberat 100 gram.
Menurutnya, masyarakat banyak yang tidak paham dengan perbedaan jenis bebatuan, tanah dan pasir di sekelilingnya. Akibatnya, masyarakat tidak mendapatkan manfaat yang maksimal dari hasil eksploitasi itu.
“Karena itu perlu ada pengetahuan tentang jenis bebatuan, dan cara pengolahannya. Jangan mau kalah dengan nenek moyang kita yang belum mengenal teknologi seperti sekarang ini,” katanya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA