Sabtu, 13 Juni 2026

Tugas Mahasiswa UM Malang

Permen Ekstrak Cacing Tanah untuk Tifus, Diare, dan Darah Tinggi

“Kami bikin ekstrak cacing tanah dalam bentuk permen ini karena dirasa tidak menjijikkan dan mudah dalam pengonsumsiannya,” jelas Havid.

Tayang:
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Parmin

SURYA Online, MALANG – Cacing tanah selama ini dicap sebagai binatang yang menjijikan. Tidak heran, kalau jarang yang memanfaatkan binatang invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) ini selain hanya untuk kompos. Namun tidak demikian dengan duo mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang melirik cacing tanah sebagai makanan. Kok bisa?

Berawal dari tugas mata kuliah teknologi kimia, Havid Prayogo dan Alfian Ahmad membuat inovasi produk berbahan dasar cacing tanah. Produk itu adalah permen yang berasal dari ekstrak cacing tanah. Namanya, Peach.

Keduanya adalah mahasiswa S1 Kimia UM 2012. Mereka berhasil ditemui Surya Online saat  pameran pendidikan di Graha Cakrawala UM (15/10/2014).

Havid prayogo selaku ketua tim menjelaskan mengenai cara pembuatan permen ekstrak cacing tanah ini. “Proses pembuatan permen cacing ini membutuhkan waktu sehari full,” ujar Havid sambil menunjukkan gambar proses pembuatan permen ekstrak cacing ini pada Surya.

Menurutnya, proses pembuatannya dimulai dari pencucian cacing tanah, pembuatan tepung cacing tanah, pengekstrakkan cacing tanah, pencetakan permen ekstrak cacing tanah. Waktu paling lama sekitar empat jam saat tahap pencucian cacing tanah. Mengingat cacing tanah harus benar-benar bersih sebelum diolah ketahapan selanjutnya.

“Kami bikin ekstrak cacing tanah dalam bentuk permen ini karena dirasa tidak menjijikkan dan mudah dalam pengonsumsiannya,” jelas Havid.

Lalu mengapa ia membuat permen ini? Usut punya usut, cacing tanah yang dalam bahasa ilmiahnya adalah Lumbricus rubellus ternyata memiliki berbagai macam khasiat. Salah satunya untuk meringankan penyakit tifus.

Selain itu, khasiat permen ini yang lain adalah bisa mengobati tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, rematik, diare, dan antipiretik.

Karena khasiat itu, Havid pun membuat varian rasa agar rasa mengunyah permen cacing tanah ini berbeda, dan tak terlalu menjijikan. Ia membuat permen ekstrak cacing tanah ini memiliki varian rasa seperti moka, jeruk, vanilla, dan coklat.

Dalam waktu dekat, mereka akan mendaftarkan permen ini ke IRT Dinkes kota Malang. Terlebih, antusiasme pengunjung yang mengambil permen ini sekadar untuk dicoba atau untuk dibawa pulang sangat banyak hingga membuat mereka kehabisan stok.

Nah, kalau sudah kehabisan stok seperti ini Alfian dan Havid terpaksa memutar otaknya lebih keras lagi. Mereka mengaku sulit mendapat bahan baku cacing tanah pembuat permen. Kalaupun ada, lokasinya jauh.

Kendati begitu, mereka puas dengan antusiasme pengunjung. Ia yakin produk mereka bisa diterima di pasar yang lebih luas lagi.

Ia menambahkan permen ini tidak dianjurkan bagi penderita penyakit diabetes atau kencing manis. Ini disebabkan permen memiliki kandungan kadar gula yang tinggi. “Selain itu masih boleh,” kata Alfian. (mg1/adhrianus Adhi)

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved