Pesatnya Pembangunan Picu Kemacetan di Kota Malang
Ia menyebut perlunya tindakan segera untuk mengurangi pergerakan kendaraan di Kota Malang.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, MALANG – Pesatnya perkembangan pembangunan memicu kemacetan di Kota Malang.
Banyaknya kampus, tempat perbelanjaan, dan kawasan industri yang tumbuh subur di Kota Malang membuat masyarakat luar kota berdatangan ke Kota Malang.
Hal itu disampaikan oleh pakar planologi dari ITN Malang, Ibnu Sasongko, pada pelatihan Fasilitasi Kerja Sama Antar Daerah Malang Raya Dalam Rangka Penanganan Transportasi yang dilaksanakan Pemkot Malang, di Hotel Regents, Kota Malang, Selasa (30/9/2014).
Ia menyebut perlunya tindakan segera untuk mengurangi pergerakan kendaraan di Kota Malang.
Dikatakannya, langkah yang perlu segera diambil Pemkot Malang yaitu penyetaraan pusat kegiatan. Tempat kegiatan jangan terpusat di tengah kota.
Pemkot Malang juga harus segera melakukan pengelompokan di kegiatan pendidikan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di tengah kota.
Pengelompokan kegiatan pendidikan itu bisa dilakukan dengan menerapkan jalan kaki kepada siswa SD dan SMP.
Untuk siswa SMA dibudayakan naik sepeda motor maupun naik angkutan umum.
Sedangkan untuk mahasiswa, perlu dibangun asrama yang dekat dengan kampus.
“Perlu juga ada bus sekolah maupun bus pegawai untuk mengurangi pemakaian kendaraan pribadi di tengah kota,” kata Ibnu Sasongko.
Selain itu, kata Ibnu, perlu ada angkutan massal cepat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di Kota Malang.
Transportasi massal tersebut harus terintegrasi dengan wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu.
“Sebab, banyak warga dari Kota Batu dan Kabupaten Malang yang beraktivitas di Kota Malang,” ujarnya.
Ia mengusulkan agar Pemkot Malang membangun tranportasi massal bus metro maupun komuter yang menghubungkan dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Pemkot Malang bisa membahas pengadaan tranportasi massal tersebut dengan Pemkab Malang dan Pemkot Batu.