Festival Mendongeng Guru PAUD TK
Padukan Kreativitas dalam Mendongeng
Guru PAUD Taman Kreatif, Rejoso, Nganjuk ini juga menari mengikuti irama musiknya. Di belakangnya terpampang gambar air terjun sebagai settingnya.
Penulis: Musahadah | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Mendongeng tak hanya mengandalkan intonasi suara dan mimik muka. Kini banyak pendongeng yang memadukannya dengan teknologi dan berbagai alat peraga. Seperti dalam Festival Mendongeng Budi Pekerti untuk guru PAUD/TK yang digelar Dinas Pendidikan Jatim, Selasa (30/9/2014).
Suara musik khas Nganjuk terdengar sesaat setelah Afiana mengawali dongeng berjudul Pesona Roro Kuning. Guru PAUD Taman Kreatif, Rejoso, Nganjuk ini juga menari mengikuti irama musiknya. Di belakangnya terpampang sebuah gambar air terjun yang menjadi setting ceritanya.
Setelah musik berakhir, Afiana lalu memulai ceritanya tentang seorang putri kerajaan Kadiri yang menderita penyakit kulit sejak lahir. Dia merantau ke Desa Bajulan, Nganjuk untuk mencari pengobatan.
Intonasi dan suara Afiana berubah-berubah ketika memeragakan berbagai tokoh, seperti, Dewi Kili Suci. Dengan piawai, juara 2 Lomba Mendongeng tingkat Kabupaten Nganjuk tahun 2014 ini memaparkan kronologi ceritanya. Dongengnya lalu diakhiri dengan tarian dan musik.
Mendongeng dengan musik sudah menjadi ciri khas Afiana. Biasanya dia meramu sendiri musik dan lagu yang akan ditampilkan.
“Ternyata anak-anak lebih suka diperdengarkan musik dan lagu daripada bercerita terus. Ini yang membaut saya memadukan cerita dengan musik dan lagu,”kata Afiana saat ditemui usai lomba.
Pilihan musik berbeda-beda untuk setiap dongeng yang ditampilkan. Misalnya dongeng tentang legenda, maka dia memakai musik dan lagu-lagu tradisional. Berbeda ketika dia mendongeng soal kendaraan, maka musik dan lagu yang ditampilkan bercerita tentang kendaraan.
“Kalau tadi saya sengaja menampilkan musik dan lagu ciptaan Pemkab Nganjuk karena ini berkaitan dengan legenda setempat,”katanya.