Selasa, 14 April 2026

Satu Tahun Kepemimpinan Anton Sutiaji

MCW : Manajemen Birokrasi Pemkot Malang Masih Lemah

Lemahnya komunikasi di lintas struktural birokrasi tersebut dianggap menjadi biang tidak berjalannya program-program di Pemkot Malang.

Peran Sekda dan Wakil Wali Kota sudah tidak dijalankan sesuai fungsinya dalam pemerintahan.

Semua kepala dinas diberi peluang lebar untuk berkomunikasi langsung dengan wali kota.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bagus bagi manajemen pemerintahan. Kondisi tersebut memicu potensi gesekan antar-kepala dinas.

“Kalau semua urusan teknis masuk ke wali kota, berarti peran sekda tidak berfungsi. Sekda tentunya juag tidak terima kalau dilangkahi oleh kepala dinas. Hal ini juga bisa memicu gesekan antar-kepala dinas. Selain itu, kami berharap wali kota jangan langsung bertindak jika ada bisikan-bisikan dari luar. Wali kota harus menelaah dulu jika ada kabar orang di luar pemerintahan,” katanya.

Menurut Lutfi, Abah Anton, sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan Pemkot Malang segera mengambil tindakan untuk memperbaiki manajemen birokrasi tersebut.

Abah Anton sebagai pemimpin harus mengedepankan leadership dalam menggerakkan sistem pemerintahan.

Artinya, Abah Anton mengembalikan tugas pokok dan fungsi pejabat di lingkungan Pemkot Malang.

“Harus ada pembagian tugas yang jelas. Untuk kebijakan strategis tetap berada di tangan wali kota. Untuk pengawasan internal pegawai dilakukan wakil wali kota. Sekda juga menjalankan fungsinya dalam menjalankan administrasi pemerintahan. Sekarang, tugas dan fungsi yang melekat di wakil wali kota dan sekda diambil alih oleh wali kota,” katanya. (sha)

Sumber: Surya Cetak
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved