Maspion Group Bangun Hotel di Bali
Edition Hotel dan Residance ini direncanakan berupa bangunan lima lantai di atas lahan seluas 4,1 hektare
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, SURABAYA - Maspion Group lewat anak perusahaan PT Marindo Gemilang bersama Luxury Hotels Internasional Management Company BV, Selasa (26/8) melakukan kerjasama untuk pendirian hotel di Bali. Penandantangan Memorandun of Understanding (MoU) kerjasama itu dilakukan di Surabaya, dihadiri Wakil Gubenur Bali, Ketut Sudikerta, CEO Maspion Group, Alim Markus, dan Kevin Chen, Senior Vice President Luxury Hotels Internasional Management Company.
Direktur Utama (Dirut) PT Marinda Gemilang, Sugiarto Alim, yang merupakan putra dari Alim Markus, menjelaskan, dengan MoU ini, menjadi awal pembangunan dan pengelolaan hotel yang diberi nama Edition Hotel and Residences di pantai Balangan, Bali.
"Setelah MoU ini, kami lanjutkan dengan desain kontruksi yang diperkirakan selama satu tahun, setelah itu, baru pembangunan," jelas Sugiarto.
Lebih lanjut, Sugiarto menyebutkan bila pendirian hotel ini merupakan proyek pertama PT Marindo Gemilang. Yang merupakan gabungan dari PT Marindo Surya dan PT Maspion. PT Marindo Surya sendiri merupakan milik Sugiarto yang sudah memiliki beberapa properti hotel di Surabaya, Bali dan Semarang.
"Jadi ini proyek pertama PT Marindo Gemilang, hotel bintang 5 berstandart internasional, sehingga pembangunannya detail dan sesuai dengan standart internasional, karena itu proses pembangunannya kami perkirakan cukup panjang," jelas Sugiarto.
Diantaranya dengan desain hotel yang dilakukan oleh arsitek dari Amerika Serikat (AS), yang diperkirakan memakan waktu satu tahun. Kemudian memulai pembangunan kontruksi bangunan yang diperkirakan memakan waktu tiga tahun. "Target kami 2018 baru akan operasional," tambah Sugiarto.
Edition Hotel dan Residance ini direncanakan berupa bangunan lima lantai di atas lahan seluas 4,1 hektare, dengan jumlah kamar 220 kamar dan 50 residences.
Untuk Edition Hotel dan Residance ini, investasi yang disiapkan sebesar 150 juta dolar Amerika Serikat (AS). Investasi itu, 80 persen dibiaya perbankan dan 20 persen, modal sendiri. "Sudah ada beberapa perbankan yang minat, tapi kami perlu pembicaraan lebih lanjut," tambah Sugiarto.