Rabu, 20 Mei 2026

Makelar Mobil Terbakar Misterius di Kamarnya

Saat kejadian, anak pertama mereka, Dani, siswa kelas 3 SMP tidak tidur di rumah itu karena tidur di rumah neneknya.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA Online, MALANG - Tauchid (40), warga Dusun Wonokasian, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, terbakar di kamarnya, Rabu (16/7/2014). Pria yang berprofesi sebagai makelar mobil itu mengalami luka bakar hampir 100 persen, hanya sebagian kecil wajahnya yang tidak terbakar dan kini dirawat di RSSA Malang.

Masih belum diketahui penyebab kebakaran itu sebab saat kejadian, istrinya, Wiwit Kudri Wijayati (40), berada di luar rumah karena bersiap mengantarkan anaknya, Fani (10), siswa kelas 4 SD.

"Kejadiannya sekitar jam 07.00 WIB. Fani ada di depan rumah menunggu diantar ibunya ke sekolah. Sebab selama Ramadan, sekolah kan masuk jam 07.30 WIB," tutur seorang saksi mata yang rumahnya di depan rumah pasangan Tauchid-Wiwit.

Ia tak mau menyebut namanya tapi bersedia bercerita proses kebakaran itu karena posisi ibu itu berada di halaman rumahnya sambil menjaga kios bensinnya.

Ia melihat cahaya api dari rumah itu, kemudian kepulannya sampai menghitam. Fani melihat kejadian itu menangis dan berteriak-teriak minta tolong. Warga kemudian menyiram air untuk memadamkan api dari kamar tengah rumah Tauchid.

Saat dilakukan pemadaman, korban posisinya berada di dapur. Sementara Sudarman, saksi lain yang menolong korban menyatakan Tauchid mengaduh kesakitan.

Sementara pengakuan saksi ibu yang di depan rumahnya, korban dan istrinya memang kerap bertengkar. Tapi selama Ramadan ini mereka terlihat damai. Sebab Wiwit sudah tak pernah curhat ke dia soal masalah rumah tangganya.

"Wiwit pernah curhat soal rumah tangganya pada Desember tahun lalu," ungkapnya.

Atas kejadian itu, tim Labfor Polda Polda Jatim mendatangi TKP pada pukul 15.00. Tiga orang dari labfor berada di rumah Tauchid dipimpin AKBP Sudi Hariyono sebagai ketua tim kebakaran.

Kepada wartawan, Sudi menjelaskan, belum mengetahui penyebab kebakarannya. "Tadi kita melakukan pemeriksaan pada kerusakan dan penjalaran air. Titik apinya ada di tempat tidur," jelas Sudi.

Menurutnya, Labfor sedang mencari bahan penyebab kebakaran. "Karena itulah, abu dari tempat tidur kita bawa untuk diteliti. Kemudian fitting lampu dan cairan bekas pemadam kebakaran," kata Sudi.

Dengan meneliti abunya, maka bisa diketahui jenis bakar bakarnya. "Misalkan pakai minyak apa," jawab Sudi.

Dari rumah korban, anggota Satreskrim Polres Malang terlihat membawa keluar sebuah kotak receiver tempat rekaman gambar seluruh CCTV yang ada di rumah itu.

Dijelaskan Sudi, di rumah itu dipasang CCTV dari berbagai sudut. "Kita mengharapkan rekaman CCTV dari ruang tengah yang bisa merekam kejadian di kamar tengah. Sehingga bisa mengetahui bagaimana kejadiannya," jelas Sudi.

Terpisah, AKP Wahyu Hidayat, Kasat Reskrim Polres Malang menyatakan receiver rekaman CCTV untuk melihat seluruh rekaman di rumah itu. "Di rumah itu ada 9 titik kamera CCTV," terangnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved