Kamis, 28 Mei 2026

MOS Tekankan Pendidikan Berkarakter

Mereka tidak mengundang pihak luar sebagai pemateri karena keterbatasan waktu.

Tayang:
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA Online, MALANG – Para siswa baru di SMA Negeri 4 Kota Malang memulai Masa Orientasi Siswa (MOS) dengan cara unik, yakni diwajibkan mengenakan berbagai atribut dunia pewayangan, seperti topi, kartu tanda pengenal atau Co Card, asesoris, bahkan nama kelas pun diubah dalam dunia wayang.

Ide tersebut, menurut Ketua Pelaksana MOS SMAN 4, Rozailah Farcha, merupakan hasil penerjemahan materi belajar Pendidikan Berkarakter yang merupakan tema besar dari kegiatan ini.

“Kami lalu memilih dunia pewayangan yang jarang diketahui anak muda sekarang,” ungkap Rozailah Farcha pada Surya, Senin (14/7/2014) siang.

Hasil penerjemahan tersebut, kata Rozailah, hanya diterapkan pada atribut siswa baru saja. Misalnya, topi siswa baru yang harus dibuat menyerupai topi wayang yang selalu dikenakan Petruk atau Semar. Bentuk Co Card siswa baru yang dibuat menyerupai gunungan dalam wayang.

Kemudian, tas siswa baru dibuat menyerupai tas anak panah. “Nama kelompok mereka pun kami ubah sesuai nama kerajaan di dunia wayang, seperti Pancala,” tuturnya.

Sementara materi MOS di SMAN 4, lanjut Rozailah, disesuaikan dengan materi MOS tahun sebelumnya, yang lebih banyak berada dalam kelas.

Menurut Wakasek Kesiswaan SMAN 4, Dra Endang Zarawatyk Lilik, atribut MOS yang sedikit nyeleneh ini merupakan tradisi siswa dari tahun ke tahun. Sekolahnya sengaja memberi kebebasan pada para siswa untuk berkreasi dan berpikiran kreatif.

Kendati demikian, Endang menebak, kalau para siswa ini terinspirasi dari Sinetron Mahabarata yang kini juga populer bagi remaja. “Mahabarata itu sejarah juga. Karena itu kami membebaskan mereka dan mengarahkan supaya tugasnya bisa dikerjakan dalam kelompok dan membuat siswa baru bisa kreatif,” kata Endang.

Ia menambahkan, materi MOS siswa baru SMAN 4 diserahkan pada guru-guru. Mereka tidak mengundang pihak luar sebagai pemateri karena keterbatasan waktu. Materi yang diberikan diantaranya pengenalan lingkungan sekolah, aturan lalu lintas dan sekolah Adiwiyata.

Materi MOS di SMAN 4, dari penelusuran Surya juga serupa dengan materi berbagai sekolah negeri di Kota Malang. Kendati demikian, di beberapa sekolah ada pihak ketiga yang memberikan materi seperti di SMAN 1.

“Kami mendatangkan polisi supaya anak-anak juga bisa bertanya langsung seputar lalu lintas,” kata Basuki, Sekretaris Panitia MOS SMAN 1.

Basuki menambahkan, siswa baru lebih ditekankan untuk mengenal lingkungan sekolah. Kendati demikian, atribut siswa baru di sini juga diatur panitia MOS, yakni kewajiban menggunakan tas berbentuk balok yang berbahan kardus. “MOS di tempat kami masih berjalan hingga dua hari ke depan. Sampai hari Rabu (16/4/2014)” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved