Dua RSUD di Banyuwangi Jadi Rumah Sakit Jaringan Universitas Airlangga
"Calon-calon dokter dari Unair bisa melakukan penelitian dan membantu pelayanan di Banyuwangi."
Penulis: Wahyu Nurdiyanto | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, BANYUWANGI - Kendati tidak membuka program studi kedokteran umum, pendirian kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya di Banyuwangi mulai tahun ini diyakini bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Banyuwangi.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bisa terwujud karena dua rumah sakit umum daerah, yakni RSUD Blambangan dan RSUD Genteng menjadi rumah sakit jaringan Unair.
Dengan menjadi rumah sakit jaringan, mahasiswa kedokteran Unair akan melakukan kegiatan praktik sebelum menjadi dokter di dua rumah sakit tersebut.
"Calon-calon dokter dari Unair bisa melakukan penelitian dan membantu pelayanan di Banyuwangi," jelas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (11/6/2014).
Pendirian kampus Unair di Banyuwangi sendiri sudah resmi dan dimulai. Ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Rektor Unair Prof Dr Fasich, Apt di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (10/6/2014) lalu.
Turut hadir dalam acara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Prof Dr Ir Djoko Santoso dan Ketua DPRD Banyuwangi Hermanto.
"Dalam MoU ini, kami semua bersepakat untuk mendorong penyelenggaraan Unair di Banyuwangi. Pihak Pemkab dan Unair akan saling mendukung demi peningkatan kualitas sumberdaya manusia di Banyuwangi," ujar Anas.
Untuk tahun ini, Unair memastikan akan membuka empat program studi untuk kampus yang ada di Banyuwangi, yaitu Kedokteran Hewan, Akuntansi, Kesehatan Masyarakat, dan Budidaya Perairan.
Masing-masing jurusan itu menerima 50 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Anas mengatakan, keberadaan Unair di Banyuwangi diharapkan bisa menggairahkan budaya riset dan iklim pendidikan di Banyuwangi.
"Misalnya, dengan adanya program studi budidaya perairan dan kedokteran hewan bisa membantu menyelesaikan problem-problem sektor perikanan dan peternakan di Banyuwangi," kata Anas.
Rektor Unair Prof Dr Fasich, Apt mengatakan, pihaknya berharap kehadiran Unair bisa berkontribusi dalam upaya pemerataan dan pembangunan daerah Banyuwangi.
Selain itu, kehadiran Unair dipastikan akan meningkatkan kegiatan ekonomi karena bisa menarik uang masuk ke Banyuwangi dari mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Para mahasiswa dari seluruh Indonesia itu membutuhkan pondokan, makanan, dan jasa penunjang lain. Tentu masyarakat lokal bisa memanfaatkan ini, peredaran uang akan meningkat," papar Fasich.