Kamis, 21 Mei 2026

Mahabharata Mencuri Hati Indonesia

Demam Mahabharata menyerang Indonesia....

Tayang:
Editor: Tri Hatma Ningsih
zoom-inlihat foto Mahabharata Mencuri Hati Indonesia
Ardi Wina Saputra

Oleh : Ardi Wina Saputra
Anggota Suara Pendidikan Universitas Negeri Malang

Demam Mahabharata, itulah demam yang kini melanda para pecinta film di tanah air. Demam asal India dengan alih suara bahasa Indonesia itu berbeda dengan tontonan khas Bollywood selama ini. Film seri ini digarap layaknya filmlayar lebar. Dukungan properti, visualisasi, desain grafis, hingga make up artis dibuat sedetail mungkin, sehingga suasana yang ditampilkan lebih hidup.

Selain dari unsur visual yang dikemas secara inovatif, film Mahabharata juga memiliki kelebihan dari unsur edukatif . Melihat film Mahabharata secara tak langsung, penonton dituntun mempelajari karya sastra kuno dari India yang ada benang merahnya dengan kesusastraan Jawa. Mahabharata adalah kitab yang ditulis oleh Begawan Byasa dari India. Mahabarata merupakan kesatuan kitab yang terdiri dari delapan belas kitab. Kedelapan belas kitab ini juga disebut Astadasaparwa.

Mahabharata menceritakan konflik lima Pandawa dengan seratus saudara sepupu mereka, yaitu Kurawa. Konflik dilatarbelakangi kepentingan politik, yaitu memperjuangkan hak pemerintahan di negara Astina. Klimaksnya terjadi pecah perang Bharatayuda di Kurusetra, selama delapan belas hari.Beberapa kisah pendukung yang juga diceritakan dalam Mahabharata adalah kisah leluhur Pandawa dan Kurawa, hingga diterimanya para Pandawa di surga.

Kebesaran kitab Mahabharata sampai ke Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dari temuan salinan beberapa bagian kitab Mahabharata seperti Adiparwa, Wirataparwa, Bhismaparwa, dan yang lainya. Kitab-kitab tersebut oleh para pujangga kuno tanah air juga telah digubah untuk kepentingan masing-masing. Salah satu contohnya adalah kakawin Arjunawiwaha, karya Empu Kanwa. Karya tersebut dipersembahkan untuk Raja Airlangga dari Kerajaan Medang Kamulan, menantu Raja Dharmawangsa.

Selain digubah dalam bentuk lain, karya Mahabharata juga menginspirasi seniman kuno tanah air untuk membuat seni patung, ukiran, pahatan, hingga pertunjukan, layaknya musik, tari, dan wayang yang menggambarkan cerita Mahabharata.

Bahasa yang digunakan dalam kisah Mahabharata juga menarik. Dalam percakapan tokoh, setiap pesan disampaikan dengan cara menganalogikan sesuatu. Hal ini juga nampak dalam film Mahabharata, terlebih ketika masing-masing tokoh berdebat satu sama lain. Mereka tidak saling menghina atau mencaci, melainkan dengan halus menyampaikan manuver-manuver debatnya melalui perumpamaan-perumpamaan yang biasanya dikaitkan dengan keadaan lingkungan.

Kelebihan lain dari cerita Mahabharata adalah kandungan nilai moral, mitologi, dan religius (bagi umat Hindu). Pesan-pesan moral disampaikan secara tersirat maupun tersurat dalam cerita. Pada film Mahabharata, pesan moral disampaikan oleh Sri Kresna sembari meniup seruling ketika suatu episode berakhir. Alangkah baiknya apabila pesan-pesan moral ini dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari.

Tags
Kurawa
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved