Diduga Ada Nepptisme, SPG Demo Kantor KPUD Gresik
Terbukti dari ketuanya ini siapa?. 20 orang calon anggota KPUD Gresik ini saudara dekat dan organisasi keagamaannya apa?
Penulis: Sugiyono | Editor: Yoni
SURYA Online, GRESIK - Solidarias Pemuda Gresik (SPG) unjuk rasa ke Kantor Sekretariat Tim Seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gresik, Ada dugaan tim seleksi transparan dan memilih 20 besar berdasarkan kedekatan emisional, Jumat (16/5/2014).
Puluhan massa berangkat dari pintu masuk Perumahan Alam Bukit Raya Jl Dr Wahidin Sudirohusodo dengan jalan kaki menuju Perumahan Mutiara Graha Agung (MGA).
Massa langsung membentangkan poster dan orasi dengan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian.
Dalam orasinya, massa meminta tim seleksi dibubarkan beserta calon anggota KPUD Gresik.
Mereka mendesak KPU Provinsi Jawa Timur mengambil alih seleksi anggota KPUD Gresik.
"Terbukti dari ketuanya ini siapa?. 20 orang calon anggota KPUD Gresik ini saudara dekat dan organisasi keagamaannya apa?. Transparanssikan nilai dan seluruh tahapan calon KPUD Gresik termasuk anggarannya," kata Koordinator aksi Muhammad Agustian Ardianto.
SPG menduga, orang-orang dekat tim seleksi yakni Choiruz Zimam sebagai Wakil Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Heri Arifuddin sebagai Tanwir Muhammadiyah Kecamatan Panceng, Abdul Sidiq Notongoro sebagai dosen luar biasa di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Termasuk lolosnya Al Muslimun karena ada Agus Lukman Hidayat dari Pemuda Muhammadiyah.
Selain itu, anggota tim seleksi Diana Indriawati, selaku Kwarcab Pramuka Cabang Gresik diusulkan oleh Wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim dan selaku Pembina Pramuka untuk memilih Nur Fakih sebagai orang 20 besar.
Ketua Tim Sel Gresik, Abdul Chalik, menitipkan Shofiah yang ternyata masih hubungan saudara dan Masruron sebagai sekretaris Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) dan Makmun sebagai Pengurus di LSM Sagaf dan diketuai Ketua Tim seleksi Abdul Chalik.
Menurut Ardianto, lolosnya Achmad Roni komisioner KPUD Gresik, disebabkan kedekatan emosional dengan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto sewaktu Pemilukada 2010 karena mencarikan berkas formulir C1 untuk gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Termasuk Mahruri, menjadi Tim Sel karena rekomendasi Partai Politik Demokrat oleh Ketua DPC Samwil," tegas Ardianto.