Jumat, 10 April 2026

Beban Bangunan Dinilai Penyebab Longsor

Unit kami hanya ada 18 dan selama ini tidak ada masalah. Lokasi retakan pertama yang muncul bukan dari area perumahan kami

Penulis: David Yohanes | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA Online, MALANG - Beban bangunan di sekitar Perumahan Royal Sigura-gura dituding sebagai penyebab ambrolnya lima rumah ke Kali Metro yang ada di belakangnya karena tanggul pembatas perumahan dan kali tidak kuat menerima beban.

Tidak jauh dari lokasi longsor, berdiri dua bangunan besar empat lantai, satu bangunan difungsikan sebagai kos perempuan dan satu bangunan untuk rumah kos dan lapangan futsal. Menurut warga Royal Sigura-gura, Eki Tahapari, dua bangunan tersebut belum ada satu tahun berdiri.

“Dengan posisi tanah yang miring, ditambah beban yang begitu besar semakin lama akan rapuh,” ucap Eki, Sabtu (26/4/2014).

Eki menilai, dua bangunan tersebut tidak diimbangi dengan penguatan tanggul penahan yang berhadapan langsung dengan Kali Metro sehingga lama kelamaan timbul retakan yang semakin membesar.

Hal serupa juga diungkapkan warga lain yang enggan disebut namanya. Sebelum dua bangunan tersebut berdiri, secara teknis tanggul penahan memang kurang kokoh. Berada di lahan yang miring, tanggul seharusnya juga dibuat miring dengan sudut berlawanan. Namun nyatanya tanggul dibuat dengan posisi tegak.

Selain itu, ada gorong-gorong besar yang membelah perumahan, berada persis di bawah rumah nomor R14 hingga R18 yang jatuh ke Kali Metro. Pondasi yang sudah rapuh tersebut kian terbebani dengan dua gedung baru tingkat empat. “Lokasi rumah yang ambrol itu berada di tanah urukan. Yang jadi masalah, tanggulnya sudah rapuh,” ucapnya.

Sementara perwakilan pengembang Royal Sigura-gura, Nugroho membantah jika tanggul yang dibangunnya rapuh. Sebab longsor yang terjadi dimulai dari belakang gedung sarang walet di sisi utara perumahan. “Awalnya terjadi retakan di belakang gedung walet, kemudian ambrol. Bukan dari penguatan di bagian belakang perumahan kami,” tegas Nugroho.

Ambrol di belakang gedung sarang walet itu kemudian merembet ke penguatan R14 hingga R18 karena saling berhubungan. Nugroho pun sepakat, beban di lokasi tersebut terlapau besar setelah ada dua gedung empat lantai di lokasi tersebut.

“Unit kami hanya ada 18 dan selama ini tidak ada masalah. Lokasi retakan pertama yang muncul bukan dari area perumahan kami,” ucapnya.

Kondisi di lokasi dinilai masih sangat rawan sebab secara kasat mata, gedung empat lantai tepat di sisi timur sarang walet tersebut mulai miring. Dikhawatirkan jika terjadi hujan deras akan terjadi longsoran yang lebih besar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved