Sekolah (Alam) di Puspa Lebo
Belajar langsung pada alam di puspa lebo Sidoarjo bak surga bagi anak-anak karena mereka bisa langsung melihat, menyentuh hingga menanam sendiri.
Oleh : Esti Apriani
Pendidik di SD Al Muslim Waru, Sidoarjo
aprianiesti35@yahoo.co.id
BELAJAR tak harus di ruang kelas. Begitu banyak lingkungan alam yang bisa dipetik sebagai buah dari pembelajaran. Itulah yang dilakukan siswa kelas 1 saat mengunjungi Pusat Studi dan Pengembangan Agribisnis Hortikultura (Puspa Lebo) Sidoarjo, Kamis (20/3/2014).
Sebelum berkeliling melihat lokasi Puspa Lebo seluas 6 hektar, pemandu memberikan informasi tentang bermacam tanaman hortikultura, seperti tanaman buah, sayur, tanaman hias hingga tanaman obat keluarga (toga). Bermacam pertanyaan dilontarkan siswa dan guru yang penasaran.
Pun kunjungan ke green house golden menjadi pengalaman sangat menarik. Betapa tidak mata dimanjakan dengan ranumnya juntaian buah golden melon siap dipetik. Juga golden melon yang tak biasa. Jika biasanya golden melon berbentuk oval tapi ada sebagian yang berbentuk kubus. Usut punya usut ternyata golden melon kubus didapat dengan cara saat buah berumur lebih kurang satu bulan dimasukkan dalam plastik tebal berbentuk kubus sehingga buah yang tumbuh mengikuti bentuk plastik dan buah yang terpilih adalah buah terbaik. Alhasil golden melon kubus berdaya jual sangat tinggi dibandingkan buah golden melon oval.
Puas menyusuri kebun kangkung, timun acar, jagung, lombok dan sawi, para siswa diajak belajar cara menanam tomat. Hamparan polybag dan bibit tanaman tomat jadi media mengasyikkan. Mengikuti penjelasan pemandu tangan-tangan mungil mulai mengambil tanah dan memasukkan bibit tanaman tomat. Anak-anak senang bukan kepalang saat pemandu mengatakan tanaman tersebut boleh dibawa pulang sebagai buah tangan.
Pelajaran alam di Puspa Lebo hari itu diakhiri dengan segelas teh rosella dingin dan sepotong semangka. Hmmm sungguh kelas yang menyenangkan bukan?