Peresmian Gedung Baru Nation Star Academy, Sekaligus Pergantian Nama

Peresmian gedung ini juga menandai perubahan nama dari sekolah YPPI menjadi Nation Star Academy.

Penulis: Musahadah | Editor: Titis Jati Permata
zoom-inlihat foto Peresmian Gedung Baru Nation Star Academy, Sekaligus Pergantian Nama
surya/musahadah
Siswa Nation Star Academy (NSA) meminta tanda tangan Chef Ken, Sabtu (15/3/2014).

SURYA Online, SURABAYA - Kemeriahan terjadi di kompleks Nation Star Academy (NSA), Jalan Dharmahusada Indah Barat VI/1 Surabaya,  Sabtu pagi (15/3/2014).

Berbagai aktivitas menarik ditampilkan mulai dari paduan suara, balet, permainan wushu dan ludruk anak-anak yang mengambil lakon bawang merah bawang putih.

Ada juga demo kuliner bersama Chef Ken, finalis Master Chef, reality show salah satu  televisi swasta, serta pertandingan basket antara siswa NSA dan CLS di indoor gymnasium lantai 3.

Acara-acara itu sengaja ditampilkan untuk memeriahkan peresmian gedung baru Nation Star Academy.

Hadir di acara ini walikota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua pengurus Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Indonesia (YPPI) Kresnayana Yahya, anggota DPR RI Indah Kurnia, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Iksan, ketua komisi D DPRD Surabaya Baktiono serta para alumni sekolah YPPI.

Peresmian gedung ini juga menandai perubahan nama dari sekolah YPPI menjadi Nation Star Academy.

Nama ini memiliki arti khusus. Star adalah singkatan dari science, technology, art and religion.

"Empat hal ini adalah kekuatan yang akan kami kembangkan,"kata Kresnayana saat ditemui usai peresmian.

Menurut pakar dan praktisi pendidikan serta statistik ini, sekolah ini tidak hanya ditujukan bagi masyarakat indonesia, tetapi juga akan menjadi pilihan siswa asing yang ingin belajar pendidikan dengan konteks dan local wisdom.

Hal itu dilakukan untuk menyambut persaingan global pasca diterapkannya Asean Economic Community (AEC) 2015.

Dalam sistem pembelajarannya, sekolah yang terintegrasi mulai dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA ini akan tetap memakai kurikulum nasional, namun syarat akan muatan global.

Muatan global itu diwujudkan dalam penyampaian pembelajaran yang akan menggunakan tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Inggris dan Bahasa Mandarin.

Tags
sekolah
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved