Jumat, 10 April 2026

Bangunan RSUD Ponorogo Terbakar, Kerugian Capai Rp115 Juta

Direktur RSUD dr Harjono, drg Priyo Langgeng dikonfirmasi terkait penyebab kebakaran kemarin belum bisa memastikan pemicu kebakaran.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Heru Pramono

SURYA Online, PONOROGO - Penyebab pasti kebakaran yang merusak bangunan dan peralatan yang ada di gudang obat dan ruang tunggu Gedung Bedah Sentral (Operasi) Lantai IV RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo masih misterius. Sampai saat ini, dugaan pemicu kebakaran masih mengarah pada adanya kasus korsleting aliran listrik.

Namun belum bisa dipastikan penyebab utama kebakaran itu, disebabkan korsleting arus listrik atau dipicu adanya percikan api. Apalagi, bangunan ini baru dioperasikan sekitar 2 tahun lalu dan dianggap sebagai bangunan baru.

Kendati demikian, pihak RSUD Ponorogo baru bisa memastikan, jika kerugian akibat kebakaran itu mencapai Rp 115 juta. Rinciannya kerugian akibat obat-obatan yang dilalap si jago merah mencapai Rp 15 juta serta kerugian kerusakan bangunan dan perlatan mencapai Rp 100 juta lebih.

Direktur RSUD dr Harjono, drg Priyo Langgeng dikonfirmasi terkait penyebab kebakaran kemarin, pihaknya mengaku belum bisa memastikan secara tepat dan gamplang pemicu kebakaran. Namun dirinya memastikan jika sumber api berasal dari gudang obat Ruang Operasi (OK) di lantai IV.

"Sampai sekarang penyebab kebakaran belum diketahui. Yang pasti pusat kebakaran dari Gudang OK (operasi). Disitu banyak bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kassa, alkohol, spirtus dan lainnya. Memang sumber kebakaran dari gudang operasi, tetapi pemicunya dari korsleting listrik atau ada percikan api belum tahu pasti," terangnya kepada Surya, Sabtu (4/1/2014).

Lebih jauh Langgeng mengungkapkan jika berdasarkan hasil rapat dan inventarisir kemarin, kerugian materiil sudah bisa dipastikan sekitar Rp 115 juta. Rincian sementaranya di gedung obat-obatan kerugiannya Rp 15 juta karena semua barang yang ada di gedung obat ludes terbakar.

"Kalau kerugian bangunan fisik yang rusak, kerugiannya lebih besar mencapai sekitar seratus jutaan.
Karena semua peralatan rusak baik jaringan listrik, plafon atap, kayu, serta beberapa peralatan seperti kipas dan lainnya hancur. Rencananya kerugian akan segera diajukan perbaikan mengingat urgensinya tempat itu," imbuh drg Priyo Langgeng .

Sementara terkait pasien yang sudah dijadwal operasi, Jumat (3/1/2014) bersamaan terjadinya kebakaran, kata Langgeng terpaksa dialihkan ke ruang operasi di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sedakan hari Sabtu dan Minggu rencananya akan dilakukan pembersihan lokasi bekas kebakaran. Rencananya dipastikan pembersihan lokasi kebakaran selesai Senin besok.

"Kami rencanakan Senin Ruang Operasi sudah bisa difungsikan kembali," imbuhnya.

Sedangkan rincian pasien yang menjalani operasi kata Langgeng bersamaan kebakaran, ada empat pasien yang sudah dijadwal menjalani operasi. Keempat pasien yang dijadwalkan operasi itu sudah menjalani operasi di ruang operasi IGD.

"Hari ini (Sabtu) dan Minggu tidak ada jadwal operasi alias kosong. Kami lakukan pembersihan karena ruang operasi tidak ada kerusakan sama sekali.

Sambil kita cek kembali semua jaringan listriknya lalu difungsikan lagi pada hari Senin sudah bisa dilakukan operasi di lantai empat gedung OK (operasi)," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved