Rabu, 6 Mei 2026

Usai Gitaran Ipunk Power Metal Dipeluk

Ipunk mengatakan, baru kali ini dirinya tampil solo di sebuah event besar. Ipunk pun mengaku bangga dilibatkan dalam acara ini.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Adi Agus Santoso

SURYA Online, MALANG - LelakI tertubuh tambun itu, mencabik senar gitarnya penuh penghayatan, di halaman Mall Olympic Garden (MOG) Kota Malang, Jumat (1/11/2013). Kepalanya manggut-manggut mengikuti setiap lengkingan dari gitar listriknya.

Meski tubuhnya sudah tambun, namun laki-laki tersebut masih menunjukan kharismanya sebagai seorang gitaris handal. Ratusan penonton terpesona menikmati permainanya. Sang gitaris itu adalah Ipunk, dedengkot Power Metal. Dengan rambut dikuncir belakang, Ipunk bermain solo. Gitar putihnya terlihat kecil dibanding ukuran tubuhnya. Namun cabikan gitarnya "clear" dan nadanya mengalun dengan indah.

Usai menyelesaikan satu lagu, Ipunk meneriakan "Salam Satu Jiwa", salam khas Aremania. Dalam  kesempatan tanya jawab, seorang penonton bernama Tri asal Polosari, Kota Malang naik ke atas panggung. Namun Tri lebih ingin menyatakan kecintaannya kepada Power Metal, dibanding bertanya.

Tri memeluk Ipunk, suasana menjadi haru dan canggung tercipta antara penggemar dan musisi idolanya ini. Sementara penonton hanya tertawa melihat ulah Tri. "Wah, cari kesempatan ketemu idolanya to?" ujar mereka.

Ipunk adalah salah satu pengisi acara Gitar-gitaran Sore yang diadakan sebuah produk rokok. Ipunk mengatakan, baru kali ini dirinya tampil solo di sebuah event besar. Ipunk pun mengaku bangga dilibatkan dalam acara ini.

Lebih jauh ipunk mengungkapkan, Malang adalah kota yang penting buat karir bermusiknya. Untuk itu Ipunk berjanji akan menggelar pertunjukan, bagi para pecinta musik sejati Kota Malang. Apalagi saat ini Power Metal sedang menggarap album ke-10. "Tunggu saja, untuk penggemar musik Kota Malang. Nanti pasti ada waktunya kami main di Malang," katanya.

Aksi Ipunk ditutup dengan lagi Satu Jiwa, lagu legendari Power Metal ini memang begitu akrab di telinga pecinta rock. Ratusan penonton pun seperti terbius permainan gitar Ipunk. Saat waktunya turun panggung, para penonton seolah tidak rela melepas sang legenda. Mereka berteriak, "lagi-lagi.....!"

Ovan Tobing, mantan MC festival rock tahun 1990-an berada di antara ratusan penonton. Dalam kesempatan yang pendek, kedua tokoh yang musik rock ini saling berteme. Keduanya saling  berpelukan. Sayangnya hanya sekitar satu menit dan Ipunk harus kembali ke tenda artis.

Ovan mengatakan, permainan gitar  Ipunk masih sempurna. Menurutnya, kematangannya membedakan kualitas dengan para gitaris baru. "Lihat saja permainannya, kalau orang yang paham pasti tahu kualitas seorang ipunk," katanya.

Ovan menambahkan, ada beberapa gitaris muda yang berkualitas. Namun mereka mengalami kesulitan saat menuangkan dalam sebuah album. Secara umum Ovan memuji tingginya minat musisi baru dalam event musik seperti Gitar-Gitaran Sore. "Memang seharusnya, para gitaris ini matang di panggung dulu, seperti di event ini" ucapnya.

Gitar-gitaran Sore menampilkan lima Dewa Gitar. Selain Ipunk Power Metal, ada Gugun dari Gugun Blues Shelter, Edo Widiz, Ezra Simanjutak, dan Andy Owen. Selain kelima dewa gitar Indonesia tersebut, ikut tampil para gitaris lokal. Terutama mereka yang tergabung dalam Malang Guitars Community (Magic).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved