Selasa, 14 April 2026

Ikan Rengkik dan Jendil di Kali Surabaya Tinggal Sedikit

Penurunan jumlah ikan tangkapan di Kali Surabaya, juga diakui para nelayan yang biasa mencari ikan di daerah itu.

SURYA Online, SURABAYA - Institut Perlindungan dan Pemulihan Sungai (Inspirasi) bersama Ecoton dan menggandeng beberapa nelayan sungai, melakukan pemantauan kondisi ekosistem dan ikan di Kali Surabaya.

Kegiatan diawali Kamis (5/9/2013) hingga 30 September mendatang. Pemantauan di awali di Kali Surabaya yang melintas di wilayah Mlirip dan Perning, Kabupaten Mojokerto.

Dari dua hari pemantauan, Daru Setyorini, Direktur dan Peneliti Inspirasi, Sabtu (7/9/2013), mengatakan telah terjadi penurunan jumlah ikan yang ditemukan.

“Ikan yang biasa ditemukan di Kali Surabaya adalah ikan rengkik dan jendil. Dari dua pengamatan kami, per hari hanya menemukan 4 ekor rengkik dan 1 ekor jendil,” jelas Daru.

Dari catatan yang mereka miliki dalam kegiatan serupa di tahun 2011 lalu, per hari, mereka masih bisa mendapatkan 20 ekor rengkik dan 40 ekor jendil.

Ikan-ikan yang ditangkap itu merupakan ikan dengan ukuran layak. Bukan ikan-ikan berukuran kecil.

Penurunan jumlah ikan tangkapan di Kali Surabaya, juga diakui para nelayan yang biasa mencari ikan di daerah itu.

“Memang sekarang mencari ikan sungai sudah tidak bisa sebanyak dulu. Ukurannya juga kecil-kecil. Kadang kalau terpaksa, yang kecil-kecil juga kami ambil, nanti jualnya dicampur dengan lebih banyak,” jelas Nono, salah satu nelayan yang ikut dalam kegiatan itu.

Ekspedisi dan penelitian ikan Kali Surabaya itu sendiri, tambah Daru, juga untuk memastikan populasi dan jenis ikan yang sudah punah di Kali Surabaya.

Soal penyebabnya, Daru menyebut pencemaran dan pengrusakan lingkungan memberi andil bagi kepunahan itu.

“Pada Mei 2012 lalu, ada kasus ratusan ribu ekor ikan rengkik yang mati di Gempolkerep, Mojokerto. Akibat dari pencemaran nira yang meluber,” jelas Daru.

Meski usai kejadian itu ada warga dan komunitas yang menebar benih ikan, hasilnya masih akan dilihat dari hasil ekspedisi dan penelitian hingga akhir September ini.

Lokasi ekspedisi dan penelitian akan berlangsung hingga hilir Kali Surabaya yang ada di wilayah Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya, hingga di sungai Kalimas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved