Jumat, 17 April 2026

Bendetan Layangan Banyuwangi

Ratusan layang-layang aneka bentuk itu menjadikan langit Banyuwangi terasa berbeda dari biasanya!

Editor: Tri Hatma Ningsih

Oleh: Annisa Ariyani
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-68 Indonesia selalu dirayakan dengan kemeriahan lomba. Pun di Banyuwangi, dirayakan dengan lomba layang-layang atau bendetan layangan. Lomba yang dihelat pada 21-28 Juli 2013 lalu itu membuat langit sore di Banyuwangi terlihat berbeda dari biasanya. Ratusan layang-layang berwarna-warni seperti menggantung di langit biru.

Peserta saling menarik-ulur benang layangan mereka agar bisa memutuskan benang layang-layang lawan. Peserta dapat dikatakan kalah jika dalam tempo setengah jam ada layang-layang yang berjalan gontai karena tali layang-layangnya telah diputus atau dibandet oleh lawan. Peserta dinyatakan menang jika banyak memutuskan benang layang-layang lawan dan layang-layangnya tetap gagah meliuk tanpa pernah dibandet lawan. Tentu tidak mudah mempertahankan posisi yang demikian. Perlu kelincahan dan kecermatan dalam memainkan layang-layang.

Anak-anak, remaja, tua, muda, juga para bapak-bapak adu lincah memainkan layang-layang. Tak kurang 300 peserta meramaikan acara ini yang memakan waktu hampir satu pekan penuh hingga jumlah mereka menipis untuk masuk ke babak grand final. Hadiah yang ditawarkan cukup menggiurkan, dari televisi flat 21 inci, sepeda gunung, hingga kompor gas.

Sumber: Surya Cetak
Tags
layangan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved