Sabtu, 13 Juni 2026

Marak Pencurian, Pedagang Emas Memprotek pada Brankas dan CCTV

Sementara terkait belum tertangkapnya pencuri emas yang terjadi selama ini, para pedagang berharap bisa segera tertangkap.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, LAMONGAN – Maraknya pencurian emas tidak membuat para pedagang emas di wilayah Lamongan gusar hingga berujung ketakutan yang mendalam. Brankas bermerk tempat menyimpan perhiasan dagangannya dirasa aman dan mampu melindungi barang dagangannya dari incaran para pencuri.

Selain itu,  mereka para pedagang emas mempercayakan keberadaan Satpam yang bertugas di pasar tempatnya berjualan dan peran polisi yang aktif keliling menjaga keamanan.”Yang penting brankasnya harus bagus dan juga tidak sembarangan menempatkan emas dagangannya. Ditaruh di brankas sudah cukup,”ungkap Sugeng penanggungjawab Toko Emas Madchan stan yang berada di pojok timur utara Pasar Lamongan saat ditemui Surya, Senin (22/7/2013) terkait aksi pencurian yang dalam sebulan sudah dua pedagang yang kebobolan.

Namun Sugeng mengakui, keberadaan brankas sekuat apapun tanpa peran petugas keamanan dari kepolisian tentu tidak berarti apa – apa. Pemanfaatan brankas dimaksudkan Sugeng adalah untuk menyimpan di toko. Karena akan berisiko besar jika perhiasan emas dagangan dibawa pulang.

“Kalau pedagang emas di Pasar Lamongan dan Pasar Babat memang tidak ada yang dibawa pulang kalau tutup pasar. Resiko dibawa pulang cukup besar, makanya cukup diamankan di brankas,”kata Sugeng.

Keyakinan para pedagang emas memanfaatkan kekokohan brankas, juga dilakukan Toko Emas Prayogi, Toko Eka Dwi dan puluhan toko emas yang ada di Lamongan. Bahkan brankas yang terpasang di toko lebih dari satu jumlahnya dengan ukuran besar. Lilik, pedagang Toko Emas Prayogi di Pasar Kota Lamongan senada dengan ungkapan pedagang perhiasan emas Toko Emas Madchan.”Kita memang memakai brankas yang berkualitas. Paling tidak akan mempersulit pencuri jika berhasil masuk ke lokasi pasar,”kata Lilik.

Banyaknya polisi yang bertugas razia siang malam secara bergiliran di kota Lamongan menambah keyakinan mereka kalau barang – barang perhiasannya aman. Ada Satpam pasar juga diperkuat peran polisi. Selain brankas, para pedagang emas juga memanfaatkan kecanggihan CCTV.

H Suwarno pemilik Toko Emas Eka Dwi misalnya, di dua toko emasnya terpasang beberapa kamera CCTV dan tidak pernah membawa pulang perhiasan dagangannya.”Tidak ada yang membawa pulang emas dagangannya. Kita bahkan akan dihantui ketakutan kalau membawa pulang,” kata Suwarno.

“Pedagang yang juga berproduksi perhiasanlah  rata – rata  yang membawa pulang dagangannya,” kata Suwarno.

Untuk memenuhi segala bentuk dan model perhiasan kebutuhan konsumen, mereka mengaku cukup membeli dan menjual perhiasan emas jadi kepada sales. Artinya, para pedagang tidak ada lagi yang memproses atau memproduk sendiri kebutuhan segala macam model perhisan emas.

“Bahkan cukup  sales yang datang dan bertransaksi di toko emas dimana berada,”kata Lilik.

Cara itu adalah salah satu menjaga tingkat keamanan dari ancaman para pencuri. Kalau ada rosokan emas atau perhiasan rusak cukup ditukar atau langsung dijual ke sales yang datang.”Kebutuhan model – model perhiasan emas yang berkembang dipenuhi dari sales,” tambah Sugeng.

Strategi jual beli emas baru dan cara keamanan barang hampir seragam dilakukan para pedagang. Cara itu dilakukan mengalir oleh pribadi pengusaha dan belum ada cara protek lain. 

Tidak Ada Paguyuban
Diakui memang  ada kelemahan ditingkat pedagang emas di Lamongan, yakni tidak adanya paguyuban yang terbentuk. Makanya  di antara pedagang emas hanya berjalan sendiri – sendiri dalam upaya menjaga keamanan barang dagangannya.

Tercatat  pada 1971, pernah terjadi perampokan besar yang dialami pemilik Toko Emas Madchan. Kala itu semua perhiasan emas dagangannya dibawa pulang hingga terbaca oleh para pelaku. Korban dilukai hingga terluka parah dan perhiasan senilai Rp 80 juta kala itu amblas digasak perampok di perempatan jalan Basuki Rahmad – Bandung Lamongan. Kemudian disusul  pada 2005 dan 2013.

Sementara terkait belum tertangkapnya pencuri emas yang terjadi selama ini, para pedagang berharap bisa  segera tertangkap.

Kasat Reskrim AKP Hasran menanggapi keragaman pendapat para pedagang emas ini menyatakan, bahwa pada prinsipnya keamanan harus diciptakan bersama antara pedagang, masyarakat dan polisi. Ia menyayangkan jika para pedagang menganggap enteng saat menyimpan emas dagangannya.

Hasran mengaku berusaha maksimal memberikan pelayanan keemanan dengan beberapa strategi yang sudah dijalankan di tengah – tengah masyarakat. “Harus ada kesedaran bersinergi untuk keamanan. Masyarakat sadar memberikan informasi jika mengetahui segala gejala kemungkinan tindak pidana  dan sebaliknya polisi selalu siaga membantu masyarakat,” kata Hasran

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved