Safari Ramadhan, Bupati Fadeli Kampanyekan Pertanian Organik
Penggunaan agen hayati mulai padi di persemaian hingan panen hanya dibutuhkan 6-8 liter untuk setiap hektarnya.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, LAMONGAN - Pertanian organik di Lamongan terus disosialisasikan Bupati Fadeli. Bahkan ketika safari Ramadhan dimanfaatkan Fadeli untuk mengajak petani Lamongan beralih pada penggunaan bahan nonkimia.
Seperti saat bersafari Ramadan di Dusun Sudangan, Desa Sudangan Kecamatan Glagah, Fadeli menyosialisasikan kepada petani setempat untuk mengganti pestisida pembasmi hama wereng dengan agen hayati jenis beauveria.
“Saya banyak berdiskusi dengan petani di Glagah lainnya yang sudah sukses menggunakan agen hayati jenis beauveria. Padinya terbukti tahan terhadap serangan hama wereng yang saat ini menyerang sebagian lahan pertanian di Lamongan. Termasuk bebas dari serangan hama lainnya, “ ungkapnya.
Namun, lanjutnya, petani harus telaten ketika menggunakan agen hayati. Dan kunci agar penggunaan agen hayati ini sukses adalah petani telaten melakukan penyemprotan. Tidak hanya sekali, namun tiga kali. Yakni saat tanaman di persemaian berusia 15 hari, kemudian usia 20 hari disemprot lagi, dan di usia tanam 40 hari juga harus disemprot lagi.
Agen hayati yang telah dikembangkan Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan ini diproduksi dari semacam jamur yang menjadi musuh alami wereng. Jika menggunakan zat kimia, secara alami, hama akan membentuk kekebalan tubuh.
Sementara itu, terpisah Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan, Purwo Widodo mengungkapkan, penggunaan agen hayati mulai padi di persemaian hingan panen hanya dibutuhkan 6-8 liter untuk setiap hektarnya.
Dengan biaya yang dikeluarkan antara Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu. Bandingkan dengan harga obat-obatan kimia yang harganya ada yang diatas Rp 100 ribu untuk kemasan 500 ml.
Data Dinas Pertanian dan Kehutanan sampai dengan 15 Juli, sudah ada 10 kecamatan yang areal padinya diserang wereng coklat. Yakni Kecamatan Turi, Pucuk, Lamongan, Kalitengah, Babat, Deket dan Sekaran. Kemudian Kecamatan Maduran, Laren serta Sukodadi.
Total serangan terjadi di lahan seluas 2.246,4 hektare dengan serangan terbanyak di Kecamatan Turi yang seluas 814 hektar. Serangan dengan kondisi ringan terjadi di lahan seluas 1.453 hektar, serangan sedang 556 hektar, serangan berat 138,5 hektar dan yang puso 98 hektare.