Calon Mahasiswa UB Jalur SNMPTN Kemungkinan Kembali Berkurang
Calon Mahasiswa UB Jalur SNMPTN Kemungkinan Kembali Berkurang
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin
Hal ini karena UB akan mengumumkan calon mahasiswa yang lolos verifikasi Panitia Pusat SNMPTN, Jumat (28/6/2013), pascaregistrasi 18-19 Juni lalu.
Kepala Humas UB, Dra Susantinah Rahayu, membeberkan dari 7.757 yang diterima SNMPTN UB hanya 6.559 yang mendaftar ulang.
Perempuan yang biasa disapa Santi ini mengatakan saat registrasi pertama, calon mahasiswa itu hanya menyerahkan nilai rapor ke panitia registrasi UB.
Nilai rapor itu, lanjutnya, dikirimkan ke Panitia Pusat SNMPTN untuk verifikasi, mengetahui keabsahan nilai rapor tersebut.
“Dan Jumat akan diumumkan, kemungkinan jumlahnya kembali menyusut,” kata Santi saat ditemui Surya online di kantornya, Kamis (27/6/2013).
Santi menjelaskan Panitia Pusat SNMPTN sangat akurat melakukan verifikasi data nilai rapor calon mahasiswa. Dan potensi memodifikasi nilai rapor sangat mungkin terjadi.
“Baik dilakukan oleh siswa sendiri ataupun lembaga tempatnya bersekolah. Kalau besok berkurang, itu artinya nilai rapor yang diberikan bermasalah. Baik siswa dan lembaga kena cekal,” sambungnya.
Meski telah lolos verifikasi rapor, calon mahasiswa ini juga belum menjadi mahasiswa UB sepenuhnya. Sebab, ungkap Santi, tanggal 1-5 Juli mereka yang lolos verifikasi kembali melakukan herregistrasi di kampus terbesar di Kota Malang ini.
Santi membeberkan herregistrasi ini untuk penentuan uang kuliah tunggal (UKT), di mana calon mahasiswa harus mengisi biodata pribadi secara jujur dan akurat.
“Akurat, karena saat herregistrasi itu mereka harus membawa bukti-bukti slip gaji orangtua, tagihan-tagihan, dan dokumen lainnya,” ujarnya.
Masih kata Santi, jika isian biodata calon mahasiswa melenceng dari bukti-bukti yang dibawanya, otomatis langsung dicoret haknya dari UB.
“Tidak bisa ditawar, karena ini sudah kesepakatan Forum Paguyuban Rektor se-Jatim,” tegasnya.
Pengumuman hasil herregistrasi ini akan dilakukan 22 Juli ke depan di mana siswa sudah mendapatkan kepastian biaya UKT-nya.
Santi mengatakan yang lolos pada pengumuman 22 Juli ini langsung resmi menjadi mahasiswa UB setelah membayar biaya UKT untuk satu tahun.
“Misal dapat kategori 1 UKT (Rp 500.000), maka membayar UKT untuk dua semester, yaitu Rp 1.000.000. Langsung mendapatkan hak-haknya sebagai mahasiswa UB, seperti almamater, KTM, dan lainnya,” pungkasnya.