Solar Eceran Tembus Rp8 000
Sulitnya mendapatkan solar di wilayah Madiun dan sekitar memberikan inspirasi bagi sebagian warga untuk mengambil keuntungan.
Penulis: Imam Hidayat | Editor: Heru Pramono
Salah satunya dengan menjual solar bersubsidi ini dengan eceran. Tentu harganya pun melangit. Untuk satu liter solar dihargai Rp 8.000.
Model penjualannya pun tak mencolok seperti penjual bensin botol eceran. Solar eceran ini dijual bukan dalam bentuk per botol. Tetapi dalam kemasan jurigen. Setiap jurigen berisi 30 liter solar.
Beberapa lokasi jualan solar eceran ini seperti di wilayah Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, dan Takeran yang ada diperbatasan Madiun-Magetan.
"Per jurigen isinya 30 liter dengan harga Rp 8.000 per liternya," ujar salah satu sopir di Pemkot Madiun, Kamis (18/4/2013).
Ia katakan, pada awal-awal solar langka, harga solar dipasar eceran ini masih murah.
Karena per jurigennya hanya Rp 150.000. Artinya, harga perliter sama dengan bensin eceran yakni Rp 5.000 per liter.
Namun, semakin panjangnya antrian untuk mendapatkan solar bersubsidi ini, membuat para penjual solar eceran tersebut menaikkan harga menjadi Rp 8.000 per liter.
"Malah ada yang jual satu jurigen Rp 250.000," katanya.
Dia mengaku terpaksa membeli solar eceran tersebut karena untuk mendapatkan solar masih sulit. Selain harus antri panjang, juga banyak SPBU yang memasang plakat solar habis.
"Untuk beli solar eceran ini juga harus kenal, karena jika tak kenal, mereka tak mau menjualnya," kata dia.
Sementara, antrian panjang terjadi di SPBU Saradan, Kabupaten Madiun. Bahkan antrian panjang ini terjadi dalam dua shaf. Sehingga membuat jalur Madiun-Surabaya sempat macet. Karena antrian memakan satu ruas jalan dari arah Madiun.
Diberitakan sebelumnya, tak hanya solar bersubsidi yang diburu warga, solar non subsidi pun ludes. Gara-gara solar subsidi harus antri dan banyak kosong di SPBU, tak sedikit warga yang beralih ke solar non subsidi. Meski harganya berkisar antara Rp 10.500 hingga Rp 10.700 per liter.