Sabtu, 25 April 2026

Suprihatin Dikenal Sebagai Cewek Tomboy Sulit Didekati Lelaki

Misalnya Nyonya Lilik Maryani pemilik rumah Suprihati dikubur mengaku tak tahu adanya orang yang menggali di kamar anaknya itu.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Satwika Rumeksa
zoom-inlihat foto Suprihatin Dikenal Sebagai Cewek Tomboy Sulit Didekati Lelaki
surya/sudarmawan
Suprihatin Semasa Hidup dari FB Nining Cubby berjilbab kuning saat bersama kawan-kawannya

SURYA Online, PONOROGO-Korban pembunuhan sadis dan kejam, Suprihatin (23) anak ketiga pasangan suami istri Sunarto (55) dan Murtini (50) warga Dusun Banaran, Desa Tegalombol, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo dikenal sebagai cewek yang tomboy.

Oleh karenanya, rekan-rekan alumnus Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo ini, menganggap Suprihatin sebagai cewek yang sangat sulit didekati kalangan cowok. Meskipun selama ini, Suprihatin dikenal sangat supel dan muda bergaul.

Apalagi, sampai kasus pembunuhan korban dengan luka 27 tusukan di sekujur tubuhnya itu, diduga karena adanya hubungan cinta segitiga. Rekan-rekan korban pun menganggap hal itu sebagai serba tidak mungkin.

Salah seorang rekan korban, Sukartini (23) warga Desa/Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo menceritakan jika mengenal Suprihatin sebagai cewek yang tomboy. Oleh karenanya, sejak awal masuk menjadi mahasiswa, Suprihatin langsung ikut Mapala (organisasi mahasiswa pecinta alam). Bahkan meski sudah lulus akhir Tahun 2012 lalu, sebagai Senior Mapala di Unmuh Ponorogo, Suprihatin juga masih memiliki jabatan sebagai bendahara.

"Dia (Suprihatin) itu anaknya tomboy. Makanya tidak gampang dan mudah dekat dengan cowok," terangnya kepada Surya.

Selain itu, teman kuliah dan di Mapala Unmuh, Suprihatin ini mengungkapkan jika dirinya tak tahu jika rekannya itu terlibat cinta segitiga. Akan tetapi, Sukartini menjelaskan jika kekasih Suprihatin itu bukannya Krisnanda Mega Pratama (27) anak pertama dari 2 bersaudara pasangan suami istri Eko Budianto (50) dan Lilik Maryani (48) warga Dusun Taman Asri, Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis yang dibunuh ayah kandungnya, Rabu (6/2) dini hari lalu.

Akan tetapi, kekasih Suprihatin adalah lelaki asal Lampung yang dulu pernah kuliah di Unmuh Ponorogo. Sekarang kekasih Suprihatin itu, sudah kembali ke Lampung.

"Pacar Suprihatin bukan Krisnanda, melainkan anak Lampung yang dulu pernah kuliah di Unmuh Ponorogo. Sekarang lelaki itu di lampung sana. Krisnanda itu, hanya teman dekat Suprihatin," paparnya.

Selain itu, Sukartini membantah jika rekannya itu, terlibat dugaan cinta segitiga dan motif pembunuhan korban diduga disebabkan karena korban dalam kondisi hamil.

"Kalau hamil kayaknya tidak, karena Suprihatin tak segampang itu dengan cowok," pungkasnya.

Sedangkan salah seorang teman tidur Krisnanda Mega Pratama (27) sebelum dibunuh ayah kandungnya, Mustakim (27) mengaku tidak mengetahui banyak mengenai hubungan Krisnanda dn Suprihatin yang ditemukan tewas di dalam kamar Krisnanda itu. Akan tetapi, malam sebelum Krisnanda dibunuh ayah kandungnya, sempat bercerita tentang motor Honda Kharisma bernopol AE 6313 SD dan ponsel yang dibawa Krisnanda itu milik Suprihatin.

"Malam itu Krisnanda mengeluh dimintai tolong temannya untuk mengambil motor di penitipan motor di terminal Seloaji, Ponorogo. Namun oleh saudara pemilik motor itu Krisnanda dicurigai yang menghilangkan atau pergi dengan Suprihatin. Ya itu saja ceritanya waktu itu," ungkapnya.

Kepala Kamar Mayat RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo, Sunyoto menjelaskan terkait dugaan isu kehamilan Suprihatin belum bisa memastikannya. Pihaknya masih menunggu hasil kepastian laboratorium forensik Polda Jatim.

"Makanya kami juga mengirim cairan dari perut korban untuk memastikan isu hamil itu benar apa tidak. Karena perutnya kami lihat biasa dan kecil. Makanya ditunggu saja hasil laboratoriumnya seperti apa nanti. Karena saat ditemukan kemarin sudah berlendir, apa itu cairan sperma atau cairan lainnya kami belum bisa memastikannya," tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Bambang Untoro. Terkait dugaan Suprihatin terlibat cinta segitiga dan diisukan dalam kondisi hamil, pihaknya belum bisa memastikannya. Alasannya masih menuggu hasil laboratorium di Polda Jatim.

"Hasil pemeriksaan laboratorium belum diketahui jadi kami masih menunggu. Pokokknya penyelidikan kasus pembunuhan ini sangat rumit dan butuh kejelihan. Dari satu per satu hasil keterangan saksi dikumpulkan dan diselidiki.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved