Sabtu, 2 Mei 2026

Misteri Pembunuhan Ponorogo

Tiga Teman Tidur Krisnanda Diperiksa

Mengenai aktivitas Krisnanda selama meminjam linggis yakni sehari semalam itu,

Tayang:
Penulis: Sudarmawan | Editor: Wahjoe Harjanto
zoom-inlihat foto Tiga Teman Tidur Krisnanda Diperiksa
surya/sudarmawan
REKAN KORBAN - Tiga teman Krisnanda Mega Pratama (27) saat tidur di Pos Kamling depan rumah korban, Alfian (berjaket), Imam (kaos merah) dan Takim (kaos hijau) dimintai keterangan di Polres Ponorogo, Rabu (13/2/2013).
SURYA Online, PONOROGO -  Tiga pemuda yang sempat tidur di Pos Kamling depan rumah Krisnanda Mega Pratama (27), warga Dusun Taman Asri, Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, diperiksa tim penyidik Polres Ponorogo, Rabu (13/2/2013).

Ketiga teman korban pembunuhan yang diperiksa polisi itu adalah Alfian (18), Imam (16) dan Mustakim (27) warga Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis. Ketiganya dimintai keterangan untuk kedua kalinya. Sebelumnya mereka sudah dimintai keterangan terkait ditemukannya jenazah Krisnanda Mega Pratama, Rabu (6/2/2013) sore, saat ditemukan di plengsengan Sungai Keyang.

Meski ketiganya, tidak banyak tahu aktivitas yang dilakukan Krisnanda sebelum dibunuh ayah kandungnya, Eko Budianto (50), tetapi seorang dari pemuda ini sempat diminta Krisnanda untuk meminjami linggis (besi penggali).

Diduga, linggis itu digunakan Krisnanda untuk mengubur jenazah kekasihnya, Suprihatin (23) warga Dusun Banaran, Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo yang ditemukan di dalam kamar Krisnanda dengan kondisi di kubur di dalam bungker berukuran 1,20 meter x 1,20 meter kedalaman 60 sentimeter dalam kondisi tertelungkup, Selasa (12/2/2013).

Mustakim mengaku, jika sepekan sebelum ditemukan tewas di plengsengan Sungai Keyang, Krisnan sempat meminjam linggis kepadanya. Karena di rumahnya tidak ada linggis, selanjutnya dipinjamkan linggis di rumah pamannya yang masih bersebelahan.

"Krisnanda pinjam linggis ke saya Kamis (31/2/2013) usai Magrib. Alasannya untuk memperbaiki saluran kamar mandinya yang tersumbat. Karena tak punya linggis saya pinjamkan ke rumah Pak Lik (paman). Jumat (1/2/2013), usai Magrib Krisnanda mengembalikan linggis yang dipinjam itu ke rumah," terangnya kepada Surya, Rabu (13/2/2013).

Mengenai aktivitas Krisnanda selama meminjam linggis yakni sehari semalam itu, Mustakim mengaku tidak tahu menahu apa saja aktivitasnya. Alasannya, seusai meminjam linggis tidak pernah bertemu Krisnanda. Bertemu Krisnanda lagi, saat mengembalikan linggis yang dipinjam sehari semalam itu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved