Forum Anak Belum Punya Kantor Sekretariat
Idealnya semua kebijakan terkait anak harus selalu melibatkan forum.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
Padahal, menurut Zuhro Rosyidah, salah satu pendamping Forum Anak Kota Malang, kantor itu penting untuk mendukung aktivitas mereka. Selama ini, untuk koordinasi mereka selalu direpotkan mencari lokasi yang kondusif.
Akibat tidak memiliki kantor kesekretariatan, jumlah anggota terus merosot. Tercatat dari semula 200 anggota, kini hanya 50 orang yang aktif. Padahal, konstribusi Forum Anak juga lumayan besar. Salah satunya pernah membuat buku buku pemetaan kekerasan terhadap anak-anak. "Itu hasil karya anak-anak. Buku itu juga sudah kami serahkan ke Pak Walikota," kata Rosi, panggilan Zuhro Rosyidah, Minggu (10/2/2013).
Sayangnya apa yang mereka lakukan kurang diakomodir pemerintah. Ketika Pemkot membuat kebijakan anak, mereka belum pernah dilibatkan. " Idealnya semua kebijakan yang terkait anak harus selalu melibatkan forum. Tetapi kami belum sepenuhnya seperti itu," ungkapnya.
Padahal mereka juga pernah melakukan studi banding ke DPRD untuk berdiskusi mengenai hak dan kewajiban anak. Meski kegiatan mereka tidak rutin, namun selama itu Rosi mengaku forum anak tetap aktif. "Meski agenda temu anak kami laksanakan setahun sekali," tambahnya.
Minimnya kegiatan yang mereka lakukan juga disebabkan minimnya anggaran dari pemerintah. Bahkan anggaran yang diberikan pemerintah tergolong mengenaskan. "Pokoknya mengenaskan, tetapi gak usah disebutkan berapa," selorohnya.
Namun tahun ini semenjak forum anak beralih ke Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) dari sebelumnya dikelola Bappeda, anggaran forum anak mulai meningkat. "Tahun ini, anggaran buat kami sudah cukup besar," pungkasnya.