BKPBM Aktifkan Kembali Forum Anak
Untuk mendukung forum anak, dia juga mengimbau agar pihak kecamatan selalu melibatkan mereka dalam setiap kegiatan
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
A Elzamzami Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan anak Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) Kota Malang mengatakan, forum anak sangat penting sehingga harus diaktifkan kembali. "Selama ini mereka vakum. Akibatnya kita tidak bisa mendengar aspirasi mereka," katanya usai dialog dengan Dispendukcapil dan Bappeda mengenai pengembangan Kota Layak Anak di balaikota Malang, Minggu (10/2/2013).
Forum anak dibentuk BKBPM agar menjadi wadah partisipasi anak akan segala kebijakan dan keputusan pemerintah. Forum anak diharapkan ada di setiap kecamatan di mana anggotanya adalah siswa siswi jenjang SMP dan SMA. "Setelah forum anak terbentuk, mereka kami bebaskan menyusun program pengembangan diri. Apapun itu. Nantinya kami akan menyediakan anggarannya," janji Elzamzami.
Saat ini baru ada 25 anak yang aktif di forum anak. Mereka terbagi dari lima kacamatan (Lowokwaru, Sukun, Kedungkandang, Klojen dan Blimbing). Dari 25 pelopor itu, Elzamzami berharap bisa menularkan ke anak-anak lainnya. "Ke depan kami ingin di setiap kelurahan atau desa ada forum anak itu," harapnya.
Untuk mendukung forum anak, dia juga mengimbau agar pihak kecamatan selalu melibatkan mereka dalam setiap kegiatan. Bahkan forum anak juga wajib diundang dalam Musyawarah pembangunan Kecamatan. "Dari keterlibatan mereka, kita bisa tau apa yang mereka inginkan. Hak seperti apa yang belum mereka dapatkan," pungkasnya.
Budi Herwanto, Kepala BKBPM menambahkan, pihaknya akan berupaya menambah fasilitas anak. Misalnya jalan khusus anak, parkir khusus anak, fasilitas khusus anak pada tempat umum, memperbanyak Zoss di sekolah-sekolah dan lainnya.
"Kami juga akan menggandeng pihak swasta untuk membantu membangun fasilitas-fasilitas lain yang dibutuhkan anak," ucapnya.
Dia katakan, penghargaan KLA di Kota Malang diukur dari beberapa indikator seperti ketercukupan gizi, jam bermain, belajar, waktu istirahat anak dan fasilitas anak.