Menpera Kunjungi Rumah Murah Kota Malang
Adapun untuk mendukung program ini, Menpera akan membantu biaya IMB, sertifikat dan pemasangan listrik gratis.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Djan Faridz terpesona dengan terobosan yang dilakukan Umang Gianto, pengembang rumah murah dari PT Bulan Terang Utama yang berani membangun rumah dengan harga rakyat. "Malang pertama kalinya memiliki rumah murah seperti ini," kata Djan Faridz.
Djan menarget Kota Malang mampu membangun 10.000 rumah. Sedangkan untuk nasional dia menarget terbangun 125.000 rumah tahun ini. "1.000 rumah pasti bisa terbangun dalam sebulan. Apalagi Jatim dengan perkembangan pesat pasti bisa 500.000 rumah," ujarnya. .
Seusai instruksi Menpera, satu petak rumah type 36 berukuran 65 meter persegi maksimal dibaderol Rp 88 juta. "Itu harga ideal dari kami. Sudah sangat terjangkau dengan biaya cicilan per bulan Rp 600.000 selama 20 tahun," urainya.
Rumah murah memang sengaja dibangun untuk masyarakat berpenghasilan rendah, yaitu di bawah Rp 3,5 juta per bulan. Setelah Kota Malang, Menpera akan menyosialisasikan program rumah murah di Serang. "Program rumah murah ini juga perlu partisipasi pemda terkait izin dan tanah," imbuhnya.
Adapun untuk mendukung program ini, Menpera akan membantu biaya IMB, sertifikat dan pemasangan listrik gratis.
Sementara Umang Ginato, pengembang rumah murah dari PT Bulan Terang Utama mengatakan telah membangun 1.500 rumah. Dia optimistis dua tahun ke depan, pihaknya mampu membangun 10.000 rumah lagi. "Saat ini sudah terpesan 400 unit rumah. Kami akan terus membangun, karena lahan kami masih sangat luas sekali," ujarnya.
Untuk menarik masyarakat, Umang berencana membangun rumah cetak.Rumah cetak terbuat dari konstruksi beton yang memiliki kekuatan 5 kali lipat daripada bahan batu bata.
"Kami kenalkan dulu ke masyarakat. Selain kuat, pembuatan rumah cetak lebih cepat karena membutuhkan waktu sedikit, hanya seminggu," tukasnya. Untuk harga akan dibaderol sama dengan rumah jenis batako.