Sabtu, 13 Juni 2026

Malang Raya Diusulkan Redisain

Di Jepang ada teknologi yang menawarkan alat pendeteksi bahaya, tetapi harganya sangat mahal

Tayang:
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, MALANG - Ahl geologi dari Badan Geologi Nasional Prof Dr Ir Surono, MSc menyarankan, agar pemerintah daerah di Malang Raya segera melakukan redesain atau melakukan penataan ulang terhadap tata kota.

Dalam pemaparannya pada kuliah tamu bertemakan penginderaan jauh di gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang (UM) Rabu (6/2/2013), dosen Universitas Indonesia ini, mengingatkan redisain penting dilakukan untuk mencegah korban bencana. Sebab hampir seluruh wilayah di Indonesia berbahaya, dan berpotensi bencana. Hal itu bisa dinilai dari empat faktor yaitu banyaknya lereng gunung, batuan, struktur tanah dan iklim. Ke-empat faktor itu hampir semuanya dimiliki wilayah di Indonesia. "Bahkan untuk Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu) juga sangat berbahaya," ungkapnya.

Redesain ini bisa dikatakan menyeterilkan lokasi-lokasi rentan bencana. Misalnya melarang warga membangun rumah di kawasan lereng atau perbukitan, pantai yang kondisi gelombangnya tinggi dan daerah bebatuan yang mudah longsor. "Tetapi ini sangat sulit sekali. Selain butuh dana yang sangat besar, juga harus dicarikan solusi tempat pengganti yang aman," urainya.

Herannya, meski masyarakat menyadari lokasi-lokasi berbahaya, masyarakat justru menyukainya. Contohnya banyak yang memilih membangun vila atau hotel di puncak daripada di dataran rendah. Kebiasaan masyarakat itulah yang membuat Prof Surono khawatir apabila bencana datang sewaktu-waktu tanpa persiapan. Apalagi Indonesia belum memiliki teknologi modern, untuk mengetahui tanda-tanda bahaya. "Di Jepang ada teknologi yang menawarkan alat pendeteksi bahaya, tetapi harganya sangat mahal sehingga pemerintah tidak sanggup membelinya," ujarnya.

Sebenarnya, alat pendeteksi bencana bisa diciptakan oleh ilmuwan Indonesia, seperti yang dilakukan Prof Dwi Kurita dari Universitas Gajah Mada (UGM). Dia berhasil membuat alat pendeteksi bencana dengan menggunakan kabel listrik yang ditancapkan ke dalam tanah dengan kedalaman tertentu.Ketika terjadi goncangan hebat di dalam tanah, maka kabel tersebut akan putus lalu terdengar bunyi sirine petanda bahaya longsor atau gempa bumi. "Alat pendeteksi seperti ini bagus untuk dicontoh daripada harus membeli mahal dari Jepang,"sarannya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved