Sabtu, 13 Juni 2026

Patung Dewi Kwan Im Butuh 30 Kg Cat Putih

"Kami kerahkan delapan pekerja untuk mengecat itu, jadi biar segera rampung," katanya.

Tayang:
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, MALANG - Enam hari jelang perayaan Imlek, atau Tahun Baru China, pekerja di Vihara Pajra Bumi Kertanegara, daerah Lembah Dieng, Pisang Candi, Kota Malang bekerja ekstra keras. Sejak berdiri 10 tahun silam, untuk pertama kalinya patung Dewi Kwan Im setinggi 30 meter dicat ulang.

Patung dengan bobot sekitar 5 kwintal ini, berdiri kokoh di depan vihara. Menjelang perayaan Imlek pada 10 Februari nanti, patung Dewi  yang terkenal bijaksana itu mendapat perlakukan istimewa. Pihak yayasan vihara akan mengecat ulang fisiknya agar kelihatan lebih segar. Sekitar delapan orang pekerja diterjunkan khusus, untuk mengecat tubuh Sang Dewi dengan menyiapkan 30 kg cat warna putih.

Seorang penjaga vihara, Anang Purnomo menuturkan, pengecatan patung Dewi Kwam In adalah untuk pertama kalinya. Selain untuk penyegaran, kondisi tubuh patung yang sudah tua tidak lagi sempurna. Beberapa bagian bodi patung bahkan sudah mengelupas.

Awalnya, patung Dewi Kwan Im terbuat dari semen. Namun karena mudah rapuh, akhirya pihak yayasan menggantinya dengan bahan fiber. "Jadi kami bangun ulang dengan bahan fiber. Lebih ringan dan lebih awet," tutur Anang, Senin (4/2/2013).

Untuk membuat bodi ulang Patung Dewi Kwan Im baru, ujar Anang, yayasan mengeluarkan dana sebesar Rp 125 juta. Itu sudah termasuk untuk biaya pengecatan. "Sebenarnya pengecatan sudah mulai berjalan, tetapi sering berhenti karena cuaca," ujarnya.

Saat ini, pengecatan baru pada mahkota Kwan Im. Namun, Anang optimisti akan selesai pada 8 Februari nanti. "Kami kerahkan delapan pekerja untuk mengecat itu, jadi biar segera rampung," katanya.

Di depan vihara, ada tiga patung lainnya, yaitu patung Dewa Bumi, Dewa Kwang Kong (Jenderal) dan Dewa Whidok. Ketiga patung itu berukuran sekitar 1,5 meter dan berdiri di sekitar pintu masuk vihara. "Hanya patung Dewi Kwam In yang kami cat ulang karena paling istimewa," urainya.

Untuk sekadar mengecat atau membersihkan patung-patung berisikan ruh dewa-dewi itu, tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebelumnya harus melakukan ritual atau pembacaan doa-doa, bertujuan untuk melepaskan ruh para dewa dewi. "Itu sudah kepercayaan, kalau mau dibersihkan ruhnya harus dihilangkan dulu," jelas Anang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved