Sabtu, 13 Juni 2026

Dewan Pendidikan Kecam SMKN 1

Sekolah itu tempat belajar mencari ilmu, kalau belanja tempatnya di pasar,"

Tayang:
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, MALANG - Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang, Haris Anwar Sjafrudie menolak sekolah yang memanfaatkan mata pelajaran kewirausahaan untuk mengeruk keuntungan belaka. Menurut Haris, sekolah dengan sistem SMKN1 tidak ubahnya seperti pasar. "Sekolah itu tempat belajar mencari ilmu, kalau belanja tempatnya di pasar," sindir Haris mengomentari kebijakan SMKN 1 Senin (4/1/2013)

Seperti yang terjadi di SMKN 1, siswa diwajibkan membeli barang-barang di toko milik sekolah tersebut dengan modus pelatihan kewirausahaan. Banyaknya barang dibeli siswa, minimal Rp 300 ribu, akan diakumulasikan lalu dikonversikan ke dalam nilai mata pelajaran setiap semesternya. Bila nilai belanjanya di bawah Rp 300 ribu otomatis nilai kewirausahaan siswa pasti merah bahkan kemungkinan tidak menerima rapor.

Menurut Haris, pelajaran kewirausahaan sebenarnya bagus dan bisa memacu semangat siswa untuk menjadi pebisnis. Namun pembelajaran kewirausahaan yang awalnya muncul dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMKN, dianggap sudah keterlaluan. "Sampai-sampai  di kelas ada anak jualan, iklan ditempel di jendela. Itu sudah sangat keterlaluan sekali" ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved