Dewan Pendidikan Kecam SMKN 1
Sekolah itu tempat belajar mencari ilmu, kalau belanja tempatnya di pasar,"
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
Seperti yang terjadi di SMKN 1, siswa diwajibkan membeli barang-barang di toko milik sekolah tersebut dengan modus pelatihan kewirausahaan. Banyaknya barang dibeli siswa, minimal Rp 300 ribu, akan diakumulasikan lalu dikonversikan ke dalam nilai mata pelajaran setiap semesternya. Bila nilai belanjanya di bawah Rp 300 ribu otomatis nilai kewirausahaan siswa pasti merah bahkan kemungkinan tidak menerima rapor.
Menurut Haris, pelajaran kewirausahaan sebenarnya bagus dan bisa memacu semangat siswa untuk menjadi pebisnis. Namun pembelajaran kewirausahaan yang awalnya muncul dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMKN, dianggap sudah keterlaluan. "Sampai-sampai di kelas ada anak jualan, iklan ditempel di jendela. Itu sudah sangat keterlaluan sekali" ujarnya.