Batavia Air Pailit
Pembeli Tiket Batavia Air Minta Ganti Rugi
Puluhan pembeli tiket penerbangan Batavia air
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Wahjoe Harjanto
Mereka meminta penjelasan serta kesanggupan pihak Batavia air untuk mengembalikan uang pembelian tiket. Tuntutan itu terjadi setelah Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta mengabulkan permohonan gugatan pailit perusahaan sewa pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC) terhadap maskapai penerbangan Batavia Air, Rabu (30/1/2013).
Maskapai yang berinduk pada perusahaan PT Metro Batavia ini digugat pailit oleh ILFC atas utang 4,69 juta dolar AS yang berasal dari perjanjian sewa-menyewa pesawat. Perjanjian tersebut dibuat Desember 2009 dan berlaku hingga Desember 2015.Namun, Desember 2012 Batavia Air belum juga membayar sewa dari tahun pertama. Akhirnya keluarlah surat keputusan pailit tersebut.
Sayangnya tujuan kedatangan para customer sejak pagi hingga siang tidak membuahkan hasil karena Kantor Batavia Air tutup.
Airlangga, seorang pemilik travel Cahaya Holiday Blitar bahkan memiliki sisa deposit sebesar Rp 19 juta. Di samping itu pihaknya juga telah membeli tujuh tiket untuk pemberangkatan Surabaya-Lombok pada Maret 2013. Nilainya sekitar Rp 7 juta.
"Saya kaget sekali. Kenapa pihak Batavia Air tidak menghubungi kami. Saya mendengar berita ini justru dari televisi," katanya.
Apabila dikomulasikan, total kerugian Airlangga sebesar Rp 26 juta. Belum lagi dia harus mengganti pengembalian uang kepada pelanggan travel miliknya.
"Mereka meminta pengembalian. Tetapi saya tidak sanggup, karena deposit saya juga ada di Batavia Air," ujarnya.
Airlangga menjadi customer Batavia Air sejak 201. Selama itu sudah ratusan tiket yang ia beli. "Tidak pernah ada masalah baru kali ini," ungkapnya.
Dia pun menuntut agar pihak Batavia Air bertanggung jawab dan mengembalikan seluruh deposit dan sejumlah uang seharga tiket yang dibelinya itu.
"Dulu saya selalu memesan tiket kepada salah satu pegawai bernama Yolanda. Tetapi, sejak ada masalah, nomor Yolanda tidak pernah aktif lagi," ujarnya.
Abdurrahman Murahimin, mahasiswa semester pertama Fakultas Hukum Universitas Brawijaya meminta pihak Batavia Air mengganti tiket dengan penerbangan lain.
Rencananya Abdurrahman berangkat ke Jakarta pada 2 Februari 2013. "Harus diganti dengan tiket lain. Bukanya diam seperti ini," ucapnya.
Pada bagian tembok ruko Batavia Air itu telah tertempel pengumuman pailid. Kasus yang sama juga pernah terjadi pada Mandala Airlines yang ditutup dua tahun lalu.