Gaji Pertama Sarjana UM Rp 500 Ribu
Ahmad Fahmi, ST.MT, anggota tim tracer menyebutkan dari 1.799 alumnus sebanyak 15 persen
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Satwika Rumeksa
Ahmad Fahmi, ST.MT, anggota tim tracer menyebutkan dari 1.799 alumnus sebanyak 15 persen belum mendapat pekerjaan sampai saat ini atau sekitar tiga tahun dari masa kelulusan. Alumnus yang menganggur merata di semua jurusan mulai ekonomi, pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan lainnya.
Sementara sekitar 85 persen telah bekerja dengan masa tunggu tiga bulan hingga dua tahun. Mereka yang bekerja didominasi dari jurusan Akutansi, Pendidikan Bimbingan Konseling, dan hampir merata di semua jurusan.
Dari alumni yang sudah bekerja, sebanyak 59 persen mendapat pekerjaan pertama dengan masa tunggu kurang dari tiga bulan. Gaji mereka pun termasuk rendah, yaitu berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Angka yang jauh dari Upah Minimum Kota (UMK). "Mereka yang memperoleh gaji rendah itu didominasi guru sekitar 66 persen, sisanya di perusahaan pengolahan, keuangan dan asuransi," kata Fahmi Selasa (22/1/2013).
Sedangkan gaji alumni dengan rerata Rp 1 juta hingga 3 juta sebanyak 34 persen, Rp 3 juta hingga 5 juta sebanyak 3 persen dan gaji di atas Rp 5 juta hingga Rp 10 juta hanya 1 persen. "Alumus dengan gaji tinggi itu bekerja wirausaha. Tetapi jumlahnya hanya 1 persen," ujarnya.
Selain mengetahui tingkat penyerapan kerja, gaji, masa menganggur dan bidang pekerjaan yang paling banyak didominasi, program tracer ini juga untuk mengetahui proses pembelajaran, kinerja dosen, pembimbingan akademiknya, pengabdian masyarakat, fasilitas perpustakaan, dan banyak lagi yang berkaitan dengan UM. "Ini kami gunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan. Kami rasa pendapat dari mereka kredibel," jelas dosen Teknik Elektro ini.
Program tracer ini dibuka sejak Desember 2012. Dari 12.000 alumni (2009, 2010, 2011) baru sekitar 14 persen atau 1.799 alumnus yang mengisi data. "Target kami sebenarnya 50 persen, tetapi karena banyak yang tidak memiliki email dan no ponsel tidak aktif, akhirnya kami dapat hanya 14 persen," ungkapnya.